Selasa, 27 Agustus 2024

KOLABORASI IWU DALAM WEST JAVA FESTIVAL 2024: MEMPERKENALKAN INOVASI DAN EDUKASI LINGKUNGAN

 

Kolaborasi IWU dalam West Java Festival 2024: Memperkenalkan Inovasi dan Edukasi Lingkungan


Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)

Tim Redaksi - West Java Festival (WJF) tahun ini menjadi ajang bagi berbagai Organisasi Mahasiswa (ormawa) dari International Women University (IWU) untuk berpartisipasi dan memperkenalkan inovasi mereka kepada masyarakat luas. Dalam festival yang didukung oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat ini, beberapa ormawa IWU menampilkan produk-produk inovatif yang dihasilkan dari pemanfaatan sampah, serta memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah kepada para pengunjung.


Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)

 

Rena Nur Atikah dari Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI), menjelaskan bahwa partisipasi mereka di WJF bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk inovatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah dan minyak jelantah. "Kami mengubah sampah menjadi science. Jadi sampahnya ditukar dengan lilin, serta memperkenalkan kegiatan kita yang lain mengenai mengubah minyak jelantah menjadi shampo, lilin cair, dan lain-lain,” ungkapnya.


Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)
 

Keikutsertaan dalam WJF memberikan dampak positif bagi para anggota ormawa. Mereka tidak hanya memperluas jaringan dan memperkenalkan inovasi mereka, tetapi juga meningkatkan keterampilan wirausaha. Menurut Derry, menjual produk-produk hasil karya mereka di acara tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan wirausaha.

 

Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)

Rena menambahkan bahwa selain berinovasi dalam produk, mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait penjernihan minyak dan pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat. Hal ini merupakan bentuk kontribusi mereka dalam memberikan pengetahuan yang bermanfaat kepada masyarakat.


Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)

Tak hanya anggota ormawa, para volunteer dari IWU juga merasakan manfaat besar dari partisipasi mereka di WJF. Hilmi Fikri Ramadani, seorang volunteer angkatan 2023, menyebutkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka. Mereka berusaha untuk menambah pengalaman sekaligus memberikan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya memilah sampah sebelum dibuang serta cara pengolahannya.

 

Dokumentasi acara West Java Festival 2024(Foto : Tim Redaksi)

Menurut Tiara Nurazizah, volunteer dari angkatan yang sama, interaksi dengan pengunjung sangat menyenangkan dan edukatif. Mereka senang melihat antusiasme pengunjung yang ingin belajar cara mengelola sampah. Bahkan, mereka membantu pengunjung dengan menukarkan botol plastik dengan lilin atau cairan eco-enzym.

Herdiana Ananda Putri, volunteer dari angkatan 2021, membagikan pengalaman seru saat pengunjung yang mereka edukasi mendokumentasikan aktivitas para volunteer. Hal ini menunjukkan bahwa pengunjung sangat tertarik dan terlibat aktif dalam kegiatan yang mereka lakukan.

Dokumentasi acara West Java Festival 2024 (Foto : Tim Redaksi)


Acara ini disambut positif oleh pengunjung. Salah satunya adalah Yunaida, yang menyatakan bahwa ia menikmati acara tersebut karena banyaknya jajanan dan pertunjukan menarik, seperti permainan drum di dalam ruangan.

Secara keseluruhan, partisipasi IWU dalam West Java Festival tahun ini tidak hanya memperkenalkan inovasi dan produk daur ulang mereka, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah langkah nyata IWU dalam berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Lutviah Sabila

Editor : Tiara Nurmalasari

Pict Sc : UKM Tim Redaksi

 

Jumat, 23 Agustus 2024

PELITA INTAN MUDA KOTA BANDUNG GELAR "MUDA MENGABDI" DI DESA CIPANJALU

Pelita Intan Muda Kota Bandung Gelar "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu

 

Dokumentasi pembukaan kegiatan "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu (Foto : Tim Redaksi)


Tim Redaksi – Pelita Intan Muda Kota Bandung resmi membuka kegiatan "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kota Bandung pada Jumat siang, 16 Agustus 2024. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 16 hingga 26 Agustus 2024 ini, mengusung tema "Inisiatif Cerdas untuk Kemajuan Desa Cipanjalu Meningkatkan Pendidikan, Sosial, dan Ekonomi".

Muda Mengabdi merupakan program unggulan Badan Pengurus Cabang Pelita Intan Muda Kota Bandung yang memberikan kesempatan kepada para relawan untuk mengabdi dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Ketiga sektor tersebut merupakan fokus utama Pelita Intan Muda dalam menjalankan program-programnya.


Dokumentasi kegiatan "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu (Foto : Tim Redaksi)

Pembukaan kegiatan Muda Mengabdi di Desa Cipanjalu berjalan lancar dengan dihadiri oleh para relawan, masyarakat setempat, dan perwakilan dari pihak terkait. Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Basmallah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mendengarkan Mars Pelita Intan Muda. Sambutan-sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Yusuf Muhammad, Ketua Umum, Jujun Junaedi, dan Pembina Kegiatan, Muhammad Zia Ulhaq Albana S. Ag. Selanjutnya, pembukaan simbolis dilakukan oleh Kepala Desa Cipanjalu. Kemudian acara ditutup dengan doa dan dokumentasi.


Dokumentasi kegiatan "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu (Foto : Tim Redaksi)

Semangat untuk memberikan perubahan positif di masyarakat menjadi motivasi utama terlaksananya kegiatan Muda Mengabdi di Desa Cipanjalu. Ketua Pelaksana kegiatan, Yusuf Muhammad, menjelaskan bahwa Muda Mengabdi hadir dengan berbagai program kerja yang dirancang untuk mendorong kemajuan di Desa Cipanjalu. Muda Mengabdi fokus pada tiga sektor utama, yaitu pendidikan, sosial, dan ekonomi. Di sektor pendidikan, para relawan akan terlibat dalam kegiatan mengajar di Sekolah Dasar dan Madrasah. Di sektor sosial, terdapat program medical check-up dan home visit. Sementara di sektor Ekonomi, Pelita Intan Muda Kota Bandung menghadirkan program seminar kewirausahaan dan digitalisasi UMKM.

Dana untuk kegiatan Muda Mengabdi diperoleh melalui berbagai sumber, mulai dari penggalangan dana, usaha mandiri, hingga sponsor. Yusuf menegaskan pentingnya memiliki sumber dana yang memadai untuk menjalankan program-program yang telah direncanakan. Upaya-upaya pengumpulan dana ini menjadi wujud nyata dari komitmen tim Pelita Intan Muda Kota Bandung pada kegiatan Muda Mengabdi dalam memberikan kontribusi positif bagi Desa Cipanjalu.

Yusuf berharap bahwa kegiatan Muda Mengabdi akan memberikan perubahan positif dan menjadi bekal bagi masyarakat Desa Cipanjalu. Diharapkan, program-program yang telah dilaksanakan selama 10 hari akan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mewujudkan perubahan positif yang berkelanjutan.


Dokumentasi kegiatan "Muda Mengabdi" di Desa Cipanjalu (Foto : Tim Redaksi)

Muda Mengabdi merupakan cerminan nyata bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam membangun komunitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat yang tinggi dan program-program yang terstruktur, Muda Mengabdi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Desa Cipanjalu dan mampu menginspirasi pemuda dan pemudi lain untuk berkontribusi dalam upaya pembangunan. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari hasil yang langsung terlihat, melainkan dari jejak positif yang ditinggalkan teman-teman Pelita Intan Muda melalui kegiatan Muda Mengabdi di Desa Cipanjalu dan masyarakatnya.


Penulis : Tiara Nurmalasari

Editor :  Tim Redaksi

Pict Sc : UKM Tim Redakasi

 

Rabu, 21 Agustus 2024

SEMARAK KEMERDEKAAN KE-79 : IWU GELAR PERAYAAN PERLOMBAAN DI KAMPUS 2

 Semarak Kemerdekaan ke-79: IWU Gelar Perayaan Perlombaan di Kampus 2

Dokumentasi acara Semarak Kemerdekaan ke-79 (Foto : Tim Redaksi)


Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, International Women University (IWU) mengadakan acara Semarak Kemerdekaan pada Selasa, 20 Agustus 2024, di Kampus 2, Jl. Raya Gading Tutuka No.18, Cingcin, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perayaan ini menjadi momen berharga karena dihadiri oleh tamu undangan dari Korea dan Taiwan, yang turut hadir untuk persiapan wawancara mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dalam program Fast-Track IWU-NCUE Taiwan.

Pembukaan acara dipimpin oleh MC, yaitu Anisa Agustina dan Qorimul, disambut antusias oleh seluruh dosen, panitia, dan peserta lomba yang hadir dengan penuh khidmat. Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Beliau juga membahas beberapa hal penting, termasuk kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) dengan Taiwan serta rencana kedatangan dosen baru dari Korea yang akan mengajar Bahasa Korea di IWU.

Pembukaan acara dan sambutan oleh Rektor IWU (Foto : Tim Redaksi) 


Dalam acara ini, terdapat tujuh jenis perlombaan yang digelar, yaitu lomba memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk, balap karung, estafet kardus, bakiak, membawa kelereng dengan sendok, dan estafet air. Selain itu, terdapat juga lomba make-up. Tidak hanya perlombaan, acara ini juga dimeriahkan dengan 14 bazar makanan dari berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) yang ikut berkontribusi, serta satu stan bazar dari BEM yang menyediakan layanan edukasi kesehatan reproduksi (Kespro). Berikut adalah daftar Ormawa yang berpartisipasi dalam bazar :


1. Tim Redaksi: Menjual makaroni basah dan jasuke.

2. UKI (Unit Kerohanian Islam): Menjual ayam pletok.

3. Star IWU: Menjual crispy choco banana, basreng, dan makaroni kriwil.

4. SOWU (Sound Of IWU): Menjual pastel, lemper, dan ragout.

5. Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAIF): Menjual mochi, kripca, thaitea, josu, dan suki.

6. Himpunan Mahasiswa Desain Interior (HIMADI): Menjual aneka keripik, basreng & cireng cobek, dimsum, dan es jeruk.

7. Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI): Menjual bolu keju cokelat, bolu, puding, keripik seblak, dan pop ice.

8. Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI): Menjual cireng isi, pisang lumer, mojito, sale pisang, tape singkong, dan jamur crispy.

9. Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAIKOM): Menjual pangsit chili oil, keripik beton, dan keripik singkong.

10. Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMADE): Menjual kebab pisang, minuman cappuccino, dan cincau.

11. Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik: Menjual teh tarik jelly, mochi daifuku, dan muffin cokelat.

12. Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI): Menjual risol mayo, tahu mayo, fruity jelly ball, dan es cekek.

13. Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMALOGI): Menjual teh telang lemon dan teh serai lemon.

14. Prodi Fisika: Menjual cimol, cireng bajur, tahu crispy aci (taci), drink bengbeng, dan good day freeze. 

Selain bazar, Tim Expo juga ikut serta dalam acara ini dengan menggelar pameran karya di area joglo. Beberapa karya seperti nirmana, ilustrasi, dan lainnya dipamerkan dengan indah dan menarik.

keseruan lomba kelereng semarak kemerdekaan ke-79 (Foto : Tim Redaksi)

Penutupan perlombaan berlangsung pada pukul 16.00 dengan pengumuman pemenang dari berbagai lomba. Berikut adalah daftar peserta dan ormawa yang memenangkan perlombaan:

- Juara Umum 1: Perisai Diri (3 emas, 1 perak, 2 perunggu)

- Juara Umum 2: Himaikom (1 emas, 2 perak, 1 perunggu)

- Juara Harapan 1: Fisika (1 emas, 1 perak, 1 perunggu)

- Juara Harapan 2: UKI (1 emas, 1 perak, 1 perunggu)

- Juara Harapan 3: SOWU (1 emas)

- Juara Harapan 4: Himatika (1 emas)

Dalam evaluasi panitia, Ibu Sintia Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol., selaku Direktur Kemahasiswaan dan Kompetisi (DKIK), menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara Semarak Kemerdekaan RI ke-79 ini. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf jika terdapat kekurangan dan kesalahan selama bimbingan dan pengarahan, namun beliau berpesan agar seluruh pihak tetap kompak untuk menjadi regenerasi yang lebih baik ke depannya.***

Dokumentasi UKM IWU yang mempersembahkan penampilan pada acara Semarak
Kemerdekaan ke-79 (Foto : Tim Redaksi)

Salah satu stand bazar pada acara Semarak Kemerdekaan ke-79 (Foto : Tim Redaksi)

Dokumentasi akhir acara dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba  
(Foto : Tim Redaksi)

Penulis : Seni Apriani

Editor : Via Celani

Pict sc : UKM Tim Redaksi






Minggu, 18 Agustus 2024

PELATIHAN VOKASIONAL SEKOPER JABAR KELAS E-COMMERCE BATCH 1 TAHUN 2024

Pelatihan Vokasional SEKOPER JABAR Kelas E-Commerce Batch 1 Tahun 2024

 
Dokumentasi Pelatihan Vokasional SEKOPER JABAR Kelas E-Commerce
Batch 1 Tahun 2024. (Foto: Tim Dokumentasi IWU & Tim Panitia Sekoper Jabar)

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sukses menyelenggarakan Pelatihan Vokasional Sekolah Perempuan Jawa Barat (SEKOPER JABAR) Kelas E-Commerce Batch 1 Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga (MoGEF) Republik Korea dalam kerangka ODA Project (Official Development Assistance), di mana SEKOPER JABAR menjadi penerima manfaat utama. Pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 12 hingga 15 Agustus, bertempat di Gedung Sekolah Perempuan Jawa Barat, Jl. PH. H. Mustofa No. 22, Sukapada, Kota Bandung.

Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta dari dua wilayah di Jawa Barat, yakni delapan peserta dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan tujuh peserta dari Kabupaten Bogor. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai rentang usia, termasuk Generasi Z dan Milenial. Adapun tujuan dari kegiatan ini meliputi:

1.     Memperkuat pemberdayaan perempuan dalam pekerjaan dan kewirausahaan di Jawa Barat melalui pelatihan kejuruan yang terintegrasi dengan perspektif gender.

2.     Membangun sistem yang dapat menghubungkan pelatihan kejuruan dengan peluang

kerja dan kewirausahaan.

3.     Menyusun kebijakan yang peka gender untuk memastikan pengarusutamaan gender

dalam pelatihan kejuruan.

 

Dokumentasi hari pertama Pelatihan Vokasional SEKOPER JABAR Kelas E-Commerce 
Batch 1 Tahun 2024. (Foto: Tim Dokumentasi IWU & Tim Panitia Sekoper Jabar)

International Women University (IWU)  turut berperan sebagai salah satu mitra media dalam pelatihan ini. Pada hari pertama, pelatihan yang diadakan di aula dibuka dengan empat materi utama. Materi pertama mengenai Kesetaraan dan Keadilan Gender disampaikan oleh Rektor IWU, Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP, yang menjelaskan konsep gender secara umum. Materi kedua membahas tentang Gender Leadership, disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., yang merupakan lanjutan dari materi pertama dengan fokus yang lebih mendalam.

Setelah istirahat, salat, dan makan siang (ISHOMA), Dr. Gianti Gunawan, M.Psi., Psikolog, memberikan materi mengenai Gender Relationship and Conflict Resolution. Sesi terakhir pada hari pertama diisi oleh perwakilan dari Tim DP3AKB, Moch. Wahyu, yang membahas mengenai Penanggulangan Bencana Alam (Disaster Management), dan memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.


Dokumentasi hari kedua Pelatihan Vokasional SEKOPER JABAR Kelas E-Commerce 
Batch 1 Tahun 2024. (Foto: Tim Dokumentasi IWU & Tim Panitia Sekoper Jabar)

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan di ruang pelatihan dengan fokus pada praktik. Hari kedua terdiri dari tiga materi utama, dimulai dengan konsep E-Commerce dan cara membuat email oleh Dr. Wentri Merdiani, S.E., M.M. Materi kedua dibawakan oleh Pak Anto Purwanto, S.Ds., M.Ds., yang mengajarkan tentang Instagram Bisnis dan Teknik Fotografi untuk E-Commerce. Peserta kemudian langsung mempraktikkan cara mengambil foto produk yang menarik. Materi terakhir pada hari kedua disampaikan oleh Pak Yoki Oktorian Sukardi, S.Kom., M.A.B., yang memberikan pelatihan penggunaan aplikasi pengeditan foto serta cara mengunggahnya ke platform E-Commerce.

Pada hari ketiga, fokus pelatihan beralih pada penggunaan marketplace dan media sosial sebagai alat branding usaha. Sesi pertama diisi oleh Pak Yadi Mulyadi Rohman, S.Si., M.Si., yang memperkenalkan aplikasi Tokopedia serta langkah-langkah pendaftaran akun di platform tersebut. Sesi selanjutnya adalah materi mengenai Registrasi dan Alur Pembayaran di Tokopedia Seller oleh Pak Affan Neskisyah Ramadhan, M.I.Kom., yang disertai diskusi dan praktik langsung. Materi terakhir pada hari itu disampaikan oleh Ibu Fitri Annisa Rachmah, S.IP., M.I.Kom., yang membahas tentang optimasi media sosial untuk branding usaha, serta melakukan evaluasi materi pendaftaran akun di Tokopedia dan optimasi media sosial yang telah diajarkan sebelumnya.

 

Dokumentasi hari kedua Pelatihan Vokasional SEKOPER JABAR Kelas E-Commerce 
Batch 1 Tahun 2024. (Foto: Tim Dokumentasi IWU & Tim Panitia Sekoper Jabar)

Pada hari terakhir, tiga pemateri menyampaikan materi terkait pembuatan laporan keuangan sederhana dan branding. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., Ak., CA, memberikan panduan mengenai pencatatan keuangan usaha. Dr. Dadang Munandar, S.E., M.Si., melanjutkan dengan materi mengenai branding. Pelatihan ditutup dengan sesi yang dibawakan oleh Coach Dany dari Tokopedia, yang menguraikan langkah-langkah lebih lanjut dalam membangun bisnis di platform tersebut.

Penutupan pelatihan berlangsung pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Ibu dr. Siska Gerfianti, MHKes., SpDLP., Kepala Dinas DP3AKB, serta Ibu Ari Antari Ratna Dewi, S.IP., MM, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP), dan Ibu Lee Joo-young, Program Manager DoRunDoRun untuk Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan lainnya, termasuk Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pengumuman peserta terbaik, yang diraih oleh Fuzie Fauziatul Ulla, perwakilan dari Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam wawancara, Siti Aisah, salah satu peserta dari Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa Pelatihan SEKOPER E-Commerce ini telah memberikan wawasan baru baginya dalam bidang bisnis. Ia berharap program ini dapat dilaksanakan tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah kecil di Jawa Barat, mengingat masih banyak pengusaha yang membutuhkan pendidikan di bidang E-Commerce untuk mengembangkan usahanya.***

Penulis: Seni Apriani

Editor: Tiara Nurmalasari

Foto: Tim Dokumentasi IWU dan Tim Panitia Sekoper Jabar

 



Selasa, 16 Juli 2024

MEMORANDUM OF CULTURE: PERJALANAN FILM DOKUMENTER TERBAIK YANG MENGINSPIRASI DARI MULTIKULTURAL ILKOM 2021

Memorandum of Culture: Perjalanan Film Dokumenter Terbaik yang Menginspirasi dari Multikultural Ilkom 2021

Penayangan Film dokumenter "Memorandum of Culture," produksi dari OneShoot
Production. 
(Foto: Tim Redaksi)

Tim Redaksi - Film dokumenter "Memorandum of Culture," produksi dari OneShoot Production, meraih penghargaan Film Terbaik dalam acara Eksplorasi Lintas Budaya: Pertunjukan Film Dokumenter Multikultural Ilkom 2021, yang digelar di Bandung Creative Hub pada Senin, 15 Juli 2024. Di balik layar produksi film ini, terdapat kisah inspiratif tentang perjuangan, kreativitas, dan komitmen dalam mengangkat budaya dan seni di Braga, Bandung. Sutradara dan produser film, Reynaldi, berbagi pengalaman dan wawasan menarik mengenai proses kreatif dan tantangan yang dihadapi dalam pembuatan film yang akhirnya meraih penghargaan mengesankan tersebut.

Reynaldi dengan tulus menyampaikan perasaan senang dan bahagia atas penghargaan yang diterima oleh film "Memorandum of Culture." Bagi Reynaldi, kemenangan ini tak hanya sekadar pengakuan terhadap karya seni dan budaya yang diangkat dalam film, melainkan juga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi timnya yang telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk menciptakan sebuah karya yang berharga. Dalam ungkapannya, Reynaldi juga menyatakan rasa syukur atas apresiasi yang diterima, terutama dalam bidang sinematografi.

Inspirasi untuk menciptakan film dokumenter ini datang dari tugas mata kuliah Komunikasi Multikultural yang menuntut Reynaldi untuk menelusuri keberagaman budaya. Dengan cermat, Reynaldi memilih Braga sebagai subjek utama film, karena tempat tersebut kaya akan nilai historis dan seni yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Sebagai pusat kota Bandung, Braga memberikan daya tarik dalam menggambarkan keberagaman budaya dan seni yang ada di dalamnya.

Proses pembuatan film "Memorandum of Culture" tidaklah mudah. Tim harus melalui proses penelitian yang dalam, perencanaan yang matang, dan produksi yang teliti selama 1-2 bulan. Tantangan utama yang dihadapi tim adalah bagaimana menyampaikan ide dan informasi dengan baik kepada penonton. Penelitian dan tahap pasca-produksi menjadi fokus utama dalam memastikan informasi yang diperoleh dari narasumber dapat disajikan dengan jelas dan menarik.

Pesan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah agar penonton tidak hanya sekedar melihat lukisan di Braga, tetapi juga memahami cerita di baliknya. Reynaldi ingin mengingatkan warga Bandung untuk tidak melupakan tokoh-tokoh yang berperan dalam membangun budaya di Braga, karena budaya yang lahir di tempat tersebut memiliki nilai historis dan seni yang patut dihargai.

Sesi penyerahan penghargaan kepada tim OneShoot Production. (Foto: Tim Redaksi)


"Memorandum of Culture" bukan hanya film dokumenter biasa, melainkan sebuah karya seni yang menginspirasi dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya dan seni. Melalui perjalanan film ini, Reynaldi dan timnya berhasil merangkai cerita yang memikat dan memberikan pesan yang dalam kepada penonton. Semoga karya ini terus menginspirasi dan memperkaya dunia perfilman Indonesia.***

 

Penulis: Seni Apriani

Editor: Tiara Nurmalasari

Pict sc : UKM Tim Redaksi


Senin, 15 Juli 2024

FILM DOKUMENTER MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UWI TAMPILKAN BUDAYA NUSANTARA, SESI SCREENING PENUH KEJUTAN!

 

Film Dokumenter Mahasiswa Ilmu Komunikasi UWI Tampilkan Budaya Nusantara, Sesi Screening Penuh Kejutan!

"Pertunjukan Film Dokumenter Multikultural Ilkom 2021" di Bandung Creative Hub (Foto : Tim Redaksi)


Tim Redaksi - Pada hari Senin, 15 Juli 2024, Program Studi Ilmu Komunikasi dari Universitas Wanita Internasional (UWI) mengadakan acara "Eksplorasi Lintas Budaya: Pertunjukan Film Dokumenter Multikultural Ilkom 2021" di Bandung Creative Hub. Acara ini bertujuan untuk memperlihatkan karya film yang menggambarkan beragam budaya yang diproduksi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021, sekaligus sebagai bagian dari Tugas Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Komunikasi Multikultur.

Sambutan Rektor Universitas Wanita Internasional (Foto : Tim Redaksi)

Terdapat dua sesi pertunjukan film dokumenter  yang bertempat di Auditorium Lantai 3. Sebelum sesi pertama atau sesi premiere dimulai, registrasi dilakukan terlebih dahulu untuk penonton. Pukul 09.00 WIB, acara dimulai dengan laporan Ketua Pelaksana, yaitu Sunandar Hidayat. Kemudian, sambutan diberikan oleh Dosen Pengampu Ibu Hamidah M.I.Kom, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Bapak Affan Neskisyah Ramadhan S.Ikom., M.I.Kom, dan Rektor Universitas Wanita Internasional Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si, yang sekaligus membuka acara.

Sesi Pemutaran Film (Foto : Tim Redaksi)

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran delapan judul film dokumenter yang masing-masing mengangkat sejarah, adat istiadat, dan keunikan budaya. Film-film yang ditayangkan meliputi:

  1. Sunda Wiwitan oleh Swakarya
  2. Tapak Tilas Candi Cangkuang oleh Panda Production
  3. Kebudayaan Lebakwangi Batukarut oleh Ilmu Komunikasi 4
  4. Ruwatan Bumi: Ritual di Ujung Senja oleh OneShoot Production
  5. Kampung Gelasan: Jejak Kreativitas Desa Kutamandiri oleh Abhi Praya Group
  6. Rosid oleh Swakarya
  7. Memorandum of Vulture oleh OneShoot Production
  8. Ti Sunda Ka Panggung Dunya, Ngukir Carita Juarta Putra oleh Panda Production

Dengan kualitas audio Dolby Atmos yang bagus, suasana pemutaran film menjadi meriah dengan tepuk tangan yang terdengar setiap pergantian film hingga film terakhir.

Sesi premiere diakhiri dengan pengumuman nominasi dan penyerahan sertifikat kepada narasumber. Film Dokumenter terbaik dimenangkan oleh Memorandum of Culture produksi OneShoot Production, penghargaan diserahkan oleh Bapak Affan Neskisyah Ramadhan S.Ikom., M.I.Kom, diikuti oleh sesi foto bersama.

Penyerahan sertifikat dan sesi foto bersama. (Foto : Tim Redaksi)

Dalam sesi wawancara bersama Ketua Pelaksana, Sunandar Hidayat menjelaskan bahwa fokus kegiatan acara adalah pada film dokumenter yang mengangkat budaya dari berbagai daerah seperti Sumedang, Bandung, dan daerah lainnya. Produksi film melibatkan lima Production House (PH), dengan proses penjurian dilakukan oleh dosen pengampu dan ahli sastra. Sunandar juga menyoroti beberapa kendala yang dihadapi, seperti kesulitan dalam koordinasi dan berbagai interpretasi yang muncul selama acara.

Sebelum melanjutkan ke sesi kedua, yaitu sesi Screening, istirahat dilakukan selama 60 menit. Setelah itu, pada pukul 13.00 WIB, dilakukan registrasi ulang untuk para penonton. Sesi Screening terbuka untuk umum, namun sebagian besar penonton adalah mahasiswa Universitas Wanita Internasional. Sesi ini menampilkan kembali semua film dokumenter yang ditayangkan pada sesi premiere. Acara berlangsung sekitar 160 menit dan diakhiri dengan diskusi bersama para sutradara dan Production House (PH) hingga pukul 16.40 WIB.***

 

Penulis: Hilmi Fikri Ramadani dan Seni Apriani

Editor: Tiara Nurmalasari

Pict sc : UKM Tim Redaksi




Jumat, 12 Juli 2024

ABERKA: PAMERAN DKV UWI, KARYA MAHASISWA MEMUKAU PENGUNJUNG!

 ABERKA: Pameran DKV UWI, Karya Mahasiswa Memukau Pengunjung!

 

Pameran ABERKA 11 Juli 2024 di Bandung Creative Hub. (Foto : Tim Redaksi)

Tim Redaksi - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Wanita Internasional (UWI) telah menggelar Pameran ABERKA: Aksara yang Berkarya dengan tema aksara dan visual di Bandung Creative Hub pada Kamis, 11 Juli 2024. Pameran ini memamerkan sejumlah karya seni yang mencerminkan kreativitas dan inovasi para mahasiswa DKV dalam menggabungkan seni dan literasi. Selain bertujuan untuk menampilkan karya-karya mahasiswa DKV dan mengapresiasi hasil karya mereka, pameran ini juga merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS). Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dan dosen dari berbagai jenjang prodi UWI.

Kegiatan ABERKA dimulai dengan persiapan panitia dan pendaftaran pengunjung di Auditorium Lantai 3. Pada pukul 09.00, acara dibuka oleh pembawa acara, diikuti dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Wanita Internasional, Assoc. Prof. Dr. Inta Budi Setyanusa, S.E., M.Ak. Kemudian, acara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual, Bapak Aldian Primanda, S.Sn., M.Sn.


Kegiatan talkshow pada Pameran ABERKA 11 Juli 2024 di Bandung
Creative Hub. (Foto : Tim Redaksi)

Pameran ABERKA tidak hanya berlaku untuk mahasiswa UWI saja, acara ini dibuka untuk umum. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan talkshow dan penayangan iklan di Auditorium. Pada talkshow sesi pertama, Dr. Kankan Kasman, M.Ds., dan Trezanor Munandar, S.Ds., M.Ds., menyampaikan informasi mengenai perkembangan seni kontemporer dan pentingnya menggabungkan elemen tradisional dengan modern.

Setelah jeda istirahat selama 60 menit, acara dilanjutkan dengan talkshow dan screening animasi karya mahasiswa DKV. Pada sesi ini, topik yang dibahas meliputi Nirmana, User Interface oleh Bu Adita Wening Octaviani, M.Ds., serta Branding dan Kewirausahaan oleh Pak Anto Purwanto, S.Ds., M.Ds. dan Bu Geugeu Rimbawati, M.Ds.

Sebelum melihat karya mahasiswa DKV lebih lanjut, pengunjung akan diarahkan ke meja panitia untuk mengambil tiket dan stiker bintang. Stiker bintang tersebut digunakan untuk menilai karya ilustrasi di ruang pertama. Nantinya, pengunjung dapat mencatat nomor ilustrasi yang menarik bagi mereka di bagian belakang stiker bintang. Selanjutnya, stiker bintang dimasukkan ke dalam amplop yang telah disediakan sebagai bentuk penilaian terhadap karya-karya tersebut.

Di ruang berikutnya, terdapat berbagai stand yang memamerkan karya-karya mahasiswa DKV. Seperti stand Nirmana yang menampilkan karya tiga dimensi, stand merchandise dan kewirausahaan dari tujuh brand kelompok, seperti Loscent, Loture, Ephocal, Chaosix, Northless, Fruity Chips, dan Loks. Selain itu, terdapat stand ilustrasi yang mengangkat tema buku cerita rakyat, buku katalog, stand digital imaging, dan user interface.

Pameran ABERKA 11 Juli 2024 di Bandung Creative Hub. (Foto : Tim Redaksi)

Pameran ABERKA 11 Juli 2024 di Bandung Creative Hub. (Foto : Tim Redaksi)

Pameran ABERKA 11 Juli 2024 di Bandung Creative Hub. (Foto : Tim Redaksi)


Dalam wawancara bersama ketua pelaksana kegiatan sekaligus ketua Himpunan DKV (HIMADE), Irpan Mustofa, ia mengungkapkan bahwa proses pembuatan karya seni tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperluas pemahaman tentang budaya dan literasi. "Melalui pameran ini, kami berharap masyarakat dapat lebih menghargai seni aksara dan melihat kekayaan serta keragaman budaya kita," ujarnya. Seorang pengunjung juga menanggapi positif acara ini, menyatakan bahwa pameran ABERKA memberikan perspektif baru tentang potensi aksara sebagai elemen seni yang dinamis dan inspiratif.

Pameran ABERKA diakhiri dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan untuk karya terbaik dan terfavorit. Karya terbaik diberikan kepada kelompok Beauty Of Jeoseon dalam mata kuliah User Interface Design dari mahasiswa DKV angkatan 2022 dengan perolehan 17 bintang. Sedangkan karya terfavorit berhasil diraih oleh Kelompok Loture dalam mata kuliah Branding dari mahasiswa DKV angkatan 2021 dengan perolehan 53 bintang. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama di ruang auditorium pada pukul 16.00 WIB.

Pameran “ABERKA: Aksara yang Berkarya” berhasil menarik perhatian para pengunjung dan mendapatkan respons positif. Acara ini tidak hanya menjadi platform untuk menampilkan kreativitas mahasiswa DKV, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara dunia akademis dan masyarakat umum. Dengan berakhirnya pameran ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inisiatif kreatif yang dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni dan budaya di Indonesia.***


Penulis: Rahmawati Lamabalawa dan Seni Apriani

Editor: Tiara Nurmalasari

Source Pic: UKM Tim Redaksi UWI