Minggu, 07 Juni 2026

WISUDA KE-VIII INTERNATIONAL WOMEN UNIVERSITY


Transformasi Bangsa melalui Intelektualitas Muda yang Adaptif

International Women University (IWU) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-8 Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Dengan mengusung tema “Transformasi Bangsa melalui Intelektualitas Muda yang Adaptif”, wisuda kali ini menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap menghadapi perubahan zaman dengan kemampuan intelektual, kreativitas, serta sikap adaptif.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta wisuda dan para tamu undangan. Suasana aula dipenuhi rasa haru dan bahagia dari keluarga, sahabat, serta civitas akademika yang hadir untuk memberikan dukungan. Sidang Senat Terbuka resmi dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., M.Pd., M.AB., CCA. dengan prosesi ketuk palu sebagai tanda dimulainya rangkaian acara wisuda ke-8 International Women University. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IWU, serta Mars IWU yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat.


Rangkaian acara wisuda dilanjutkan dengan berbagai sambutan yang penuh makna dan motivasi bagi seluruh wisudawan dan wisudawati. Suasana berlangsung hangat ketika para pimpinan universitas serta tamu kehormatan menyampaikan pesan dan harapan untuk masa depan para lulusan. Dalam sambutannya, pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan, sekaligus ucapan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di International Women University. Pesan mendalam juga disampaikan mengenai pentingnya menjaga nama baik almamater, terus belajar, serta tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan setelah wisuda. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian gelar akademik, tetapi juga bagaimana ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan dan masyarakat. Selain itu, berbagai sambutan dari pimpinan lembaga dan tokoh akademisi turut memberikan motivasi kepada para lulusan agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan kemampuan intelektual, karakter yang baik, dan semangat untuk terus berkembang.

Orasi Ilmiah

Salah satu rangkaian penting dalam wisuda kali ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Fauzi, M.Si dari Universitas Brawijaya Malang.Beliau membawakan materi berjudul “Transformasi Bangsa melalui Intelektualitas Muda yang Adaptif”, Dalam penyampaiannya, Dr. Fauzi menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat. Adaptasi terhadap teknologi, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan karakter menjadi kunci utama dalam membangun masa depan bangsa. Orasi ilmiah ini memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Rangkaian Prosesi Wisuda Mahasiswa/i IWU

Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Para wisudawan dan wisudawati dipanggil satu per satu untuk menerima pengukuhan kelulusan sebagai simbol keberhasilan atas perjuangan akademik yang telah ditempuh. Pada Wisuda ke-8 International Women University ini, terdapat 11 mahasiswa dengan predikat prestasi & double degree, 15 lulusan dengan predikat Magna Cumlaude serta 765 lulusan dengan predikat Cumlaude . Beberapa di antaranya yaitu Asep Setiawan Jordi yang meraih predikat The University Best Graduate serta Sahat Maruli Tua Situmeang yang memperoleh predikat The Postgraduate Best Graduate. Momen pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian paling membanggakan dalam rangkaian acara wisuda. Tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan akademik, wisuda juga menjadi awal langkah baru menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.


Wisuda ke-VIII International Women University menjadi momentum penting bagi seluruh lulusan untuk melangkah menuju masa depan dengan penuh keyakinan. Dengan semangat intelektualitas muda yang adaptif, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang terus belajar, rendah hati, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati International Women University. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal terbaik dalam meraih cita-cita dan membawa perubahan positif bagi Indonesia.


Peliput: Anggota Koordinasi Lapangan Timred IWU

Penulis: Situ Fauziah

Editor: Juhariah


Jumat, 05 Juni 2026

Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Qurban 1447 H di Kampus 5 IWU: Berqurban dengan Hati, Berbagi dengan Sesama


Bandung, 30 Mei 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kampus 5 IWU menyelenggarakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan qurban dengan mengusung tema “Berqurban dengan Hati, Berbagi dengan Sesama.” 

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (30/05) ini menjadi wujud nyata kepedulian sivitas akademika IWU dalam menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Pada tahun ini, panitia berhasil menghimpun satu ekor sapi dan lima ekor domba yang akan disembelih dan disalurkan kepada para penerima manfaat. Acara turut dihadiri oleh sejumlah dosen dan pimpinan kampus.

Kegiatan diawali sejak pukul 06.00 WIB dengan persiapan yang dilakukan oleh seluruh panitia. Selanjutnya, acara resmi dibuka pada pukul 07.30 WIB oleh pembawa acara Risma Wulandari dan Jamilah Nurjanah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Nur Aliyansyah.

Dalam sambutannya, Ketua Senat IWU, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, menyampaikan bahwa esensi ibadah qurban tidak terletak pada besar atau kecilnya hewan yang dikurbankan, melainkan pada ketulusan hati dan keikhlasan seseorang dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Bukan karena seberapa besar qurbannya, tetapi karena keikhlasan dalam berqurban itulah yang menjadi nilai utama di sisi Allah SWT,” ungkap Prof. Umi.

Beliau juga menegaskan bahwa qurban merupakan bentuk kepedulian sosial yang mengajarkan umat Islam untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada sesama. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mushaf Sekhul.


Memasuki acara inti, proses penyembelihan hewan qurban dimulai pada pukul 08.00 WIB. Penyembelihan sapi dilakukan oleh Bapak Dadang Munandar, sementara penyembelihan domba dipimpin oleh Bapak Toteng Suhara, keduanya merupakan dosen di Internasional Woman University.

Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan takbir yang dikumandangkan oleh Mushaf Sekhul selama proses berlangsung. Setelah penyembelihan selesai, seluruh dosen, panitia, relawan, dan pihak yang terlibat bersama-sama melakukan proses pemotongan dan pembungkusan daging qurban. Kegiatan ini berlangsung hingga menjelang siang dan menjadi momen kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika.

Pada sesi wawancara, Habib Nurapandi selaku perwakilan panitia qurban UKM UKI IWU mengungkapkan bahwa jumlah hewan qurban tahun ini mengalami peningkatan yang tidak terduga.

“Pada awalnya UKM UKI hanya mendapatkan satu ekor kambing dan dari yayasan satu ekor sapi. Namun, secara tidak terduga kami juga mendapatkan tambahan empat ekor kambing lagi. Alhamdulillah, hal ini memungkinkan kami untuk memperluas penyaluran daging qurban kepada lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib menjelaskan bahwa sasaran utama penyaluran daging qurban tahun ini adalah mahasiswa yang tinggal di kos dan tidak pulang ke kampung halaman selama perayaan Iduladha. Dengan demikian, mereka tetap dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan hari raya bersama keluarga besar kampus.

“Target utama penyaluran tahun ini adalah mahasiswa yang ngekos dan tidak pulang saat Lebaran kemarin, sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaat dari ibadah qurban ini,” tambahnya.


Setelah proses pembungkusan selesai, daging qurban didistribusikan kepada dosen, mahasiswa, panitia, serta pihak-pihak yang berhak menerima. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar.

Melalui kegiatan qurban tahun ini, IWU kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keikhlasan kepada seluruh sivitas akademika. Semangat “Berqurban dengan Hati, Berbagi dengan Sesama” diharapkan tidak hanya hadir pada momentum Iduladha, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kehidupan kampus sehari-hari.

Jumat, 15 Mei 2026

Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure (2026)

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Bandung, 1 Mei 2026 – UKM Tim Redaksi (TimRed). 

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Jumat, 1 Mei 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ancala Smara Adventure resmi memulai rangkaian kegiatan DIKLATSAR IV. 

Kegiatan resmi dilaksanakan di kawasan Cikahuripan, Lembang, Kab. Bandung Barat, selama tiga hari berturut-turut dengan mengusung tema "Mengukir Integritas, Menempa Tangguh, Melestarikan Marwah Alam". Ini merupakan kegiatan yang mengharuskan para peserta siap secara fisik dan mental demi menempuh perjalanan berkilo-kilo meter.

Di hari pertama, ada beberapa serangkaian kegiatan yang dilakukan, tepatnya berlokasi di kampus V IWU.

1. Persiapan Panitia & Registrasi Peserta

Sejak pukul 04.30 WIB, suasana di Kampus V IWU sudah mulai dihadiri oleh panitia dan peserta. Langkah awal dimulai dengan registrasi ulang untuk memastikan seluruh calon anggota hadir dan siap mengikuti instruksi selanjutnya.  

2. Pemeriksaan Barang Bawaan (Packing Check)

Kedisiplinan adalah kunci utama dalam berkegiatan di alam bebas. Panitia melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan peserta. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan terpenuhi dan tidak ada barang terlarang atau beban yang tidak diperlukan terbawa ke medan diklat.

3. Pemeriksaan Kesehatan oleh PMI

Keamanan peserta adalah prioritas nomor satu. Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim PMI. Pengecekan ini memastikan setiap anggota dalam kondisi vit untuk menghadapi cuaca dan medan di Lembang.

4. Upacara Pembukaan DIKLATSAR IV

Pembukaan upacara Diklatsar IV Ancala Smara Adventure ini dibuka oleh pemimpin barisan, lalu dialihkan kepada pemimpin upacara dan pembina upacara memasuki lapangan upacara. Setelah laporan dari pemimpin upacara, lalu menyanyi lagu Indonesia Raya. 

Amanat disampaikan oleh Ibu Sintia Catur selaku pembina upacara. "Untuk yang berangkat hari ini, semoga bisa melahirkan dan menghidupkan kembali mapala asa ini, karna sebetulnya peminatnya banyak tapi mungkin kurang terlihat dari segi segala kegiatannya, ya," kata beliau. "Ketika pelatihan itu manfaatkan agar bisa terlihat oleh mahasiswa agar keberadaan Mapala Asa dilihat dan makin banyak peminatnya," pesannya. 

"Selamat berkegiatan sampai hari minggu nanti, jangan lupa berdoa, jangan lupa komunikasi satu sama lain, dan ntuk hari minggu InsyaAllah saya akan hadir untuk penutupan. Dengan ini pembukaan diklatsar IV saya buka," sambungnya dengan semangat.

Acara selanjutnya adalah pembacaan doa oleh salah satu panitia mapala sebagai tanda penutupan upacara. Tak lupa di akhir acara dilakukan sesi pemotretan bersama panitia, Ibu Sintia Catur, dan seluruh anggota yang mengikuti kegiatan diklatsar.

Suasana khidmat menyelimuti Kampus 5 saat upacara pembukaan berlangsung. Prosesi ini menjadi simbol peresmian dimulainya perjuangan para peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Ancala Smara Adventure periode 2026-2027.  

5. Keberangkatan Menuju Cikahuripan Lembang

Tepat setelah rangkaian upacara selesai, para peserta dimobilisasi menuju lokasi diklat di Cikahuripan, Lembang, Kab. Bandung Barat dengan menggunakan transportasi angkutan umum sederhana, yakni mobil Angkot. Meski menggunakan angkutan umum, semangat dan nyanyian motivasi tetap membara di sepanjang perjalanan.

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Sesampainya di Cikahuripan, Lembang, pada pukul 10:40 WIB, mereka tidak langsung menuju ke area camp Leuweung Tiis, melainkan beristirahat sejenak sekaligus melakukan persiapan untuk salat Jumat. Kemudian, materi tentang navigasi darat pun diberikan oleh panitia. Tujuannya, untuk membekali seseorang dengan kemampuan menentukan posisi, membaca medan, dan merencanakan rute perjalanan dengan aman. 

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Setelah dibekali materi dasar, peserta melakukan perjalanan menuju area camp tanpa menggunaian kendaraan apapun alias berjalan kaki. Namun, di tengah perjalanan, cuaca cerah berubah menjadi mendung, dan pada akhirnya hujan turun dengan deras.

Peserta pun terpaksa menunggu sampai hujan reda dan kembali melanjutkan perjalanannya pada pukul 16:00 WIB. Perjalan dimulai dari melewati pemukiman warga, selanjutnya masuk ke area hutan dan pegunungan. Pada kondisi tersebut, semua peserta saling bantu dan menguatkan satu sama lain.

Meski menempuh jarak jauh, disertai medan yang cukup ekstrem, cuaca yang dingin, dan kondisi alam yang lembap akibat gerimis, para peserta tetap antusias menjalaninya. Perjalanan yang dilalui memakan waktu berjam-jam, hingga sampailah di area yang dituju pada pukul 21:20 WIB. 

Sebelum beristirahat, beberapa peserta diminta membuat flysheet terlebih dahulu untuk tempat tidur mereka, dan sisanya memasak untuk makan malam bersama. Ketika pemasangan flysheet dan memasak telah selesai dilakukan, tibalah saatnya untuk makan bersama dengan lauk pauk dan nasi seadanya. Memasuki sekitar pukul 11 malam, semua peserta diwajibkan beristirahat dan tidur sebagai bagian dari persiapan untuk kegiatan di esok hari.

Pada waktu subuh, para peserta menunaikan salat subuh dan dilanjut senam pagi setelahnya. Tak lupa, sebelum berkegiatan, mereka sarapan bersama-sama. Kegiatan selanjutnya di hari kedua acara adalah membongkar flysheet mereka satu persatu, lalu membersihkan area camp. Memasuki kegiatan inti, peserta pun diberi materi tentang BIVAK, yakni tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas. Selanjutnya, peserta diminta mempraktekkannya. 

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Materi kedua adalah tentang SURVIVAL, yakni kemampuan atau tindakan bertahan hidup dalam kondisi darurat, berbahaya, atau di alam bebas dengan segala keterbatasan sumber daya, sebelum mendapat pertolongan atau menemukan jalan keluar.

Kali ini perakteknya adalah mencari makanan yang tersedia di alam bebas, dan tentunya harus aman untuk dimakan manusia. Praktek ini dilakukan sebagai pelatihan bertahan hidup di alam bebas.

Pukul 19:30 WIB, peserta mengikuti kegiatan yang sangat seru sekaligus menegangkan, yakni Jurit Malam dengan melawati 5 pos yang sudah ditentukan panitia. Setiap pos yang dilalui berisi pertanyaan dari materi yang telah dipelajari sebelumnya. 

Tak terlewatkan juga acara sharing session yang dilaksanakan dengan penuh suka, canda, dan tawa. Acara tersebut berakhir pada pukul 23:30 WIB.

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Berlanjut ke hari berikutnya, peserta melakukan summit attack, yaitu tahap akhir perjalanan saat para pendaki berjalan dari camp terakhir menuju titik tertinggi atau puncak gunung dengan membuat jalur pendakian baru. Hal menarik lainnya adalah raktek SAR, yaitu praktek pencarian orang yang tersesat di gunung atau alam lainnya. 

Tibalah di penghujung kegiatan, peserta kembali ke lokasi camp untuk melaksanakan apel sebelum pulang yang tentunya dilaksanakan dengan serius meski dengan sisa tenaga yang sudah menipis. Menjelang sore, seluruh panitia dan peserta berkemas dan kembali ke kampus V IWU dengan iringan yel-yel. 

Setibanya di kampus, mereka pun disambut hangat oleh beberapa ORMAWA lain yang telah menunggu kedatangannya. Lalu, upacara penutupan dilaksanakan secara khidmat dan lancar. Ibu Sintia Catur kembali menjadi pembina upacara, dan memberi amanat dan mengucapkan terima kasih kepada para peserta, panitia, dan ORMAWA lainnya. Evaluasi dan apresiasi ikut disampaikan. 

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Diklatsar IV UKM Ancala Smara Adventure 2026 (TimRed).

Di penghujung upacara, terdapat sesi pemberian syal kepada para peserta sebagai tanda pengukuhan bagi mereka sekaligus apresiasi karena telah mengikuti ujian kegiatan selama tiga hari. Selain apresiasi dari dosen dan panitia, para anggota ORMAWA yang hadir juga turut memberikan ucapan selamat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.

Terakhir, tentunya sesi foto bersama antara panitia, peserta dan lainnya sebagai bentuk kenangan-kenangan karena telah berjuang sampai akhir.

Penulis: Siti Fauziah & Muhamad Putra Fajar.

Editor: Juhariah.


IWU Raih Juara 2 dalam Debat HI di Pasundan Language & Literature Summit 2026

Dokumentasi Debat HI di Pasundan Language & Literature Summit 2026 (TimRed).

Bandung, 30 April 2026 – UKM Tim Redaksi (TimRed). Internasional Women University (IWU) turut melakukan peliputan dalam ajang debat mahasiswa yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) FISIP Universitas Pasundan (UNPAS). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pasundan Language & Literature Summit 2026 yang mengangkat isu keamanan siber dan dinamika kekuatan global di era digital. 
 
Bertempat di Aula Suradiredja FISIP UNPAS, kompetisi debat diikuti oleh tiga tim dari UNPAS dan satu tim dari IWU yang diberi nama Numire on Fire, terdiri dari Rega Erlangga J.R., Nuri Nuriyanti, dan Abdullah Azmi Saipuloh. 

Dokumentasi Debat HI di Pasundan Language & Literature Summit 2026 (TimRed).
 
Pada babak penyisihan, tim Numire on Fire berada di posisi kontra dan membahas isu ketimpangan kapasitas  siber  antara  negara  maju  dan  berkembang.  

Melalui  argumen  yang  menekankan pentingnya  kerja  sama  internasional  serta  interdependensi  antarnegara,  tim  Numire  on  Fire berhasil melaju ke babak final dengan selisih 7 poin. 
 
Di babak final, tim Numire on Fire berada di posisi pro dengan mosi terkait dominasi negara maju dalam perkembangan keamanan siber. 

Tim Numire on Fire menyoroti bahwa dominasi tersebut tidak selalu mencerminkan inovasi, melainkan juga dapat memperlebar kesenjangan global. 
 
Hasil akhir menunjukkan perolehan nilai yang sama, yaitu 58 poin antara tim IWU dan UNPAS. Namun, kemenangan akhirnya ditentukan berdasarkan efisiensi waktu penyampaian argumen. 

Tim IWU masih memiliki sisa waktu 8 menit, sedangkan tim UNPAS hanya menyisakan 1 menit, sehingga UNPAS dinyatakan sebagai juara pertama dan IWU meraih posisi juara kedua. 

 Meskipun demikian, pencapaian ini menunjukkan kemampuan delegasi IWU dalam menyusun argumen yang kuat dan bersaing secara kompetitif dalam forum akademik lintas kampus. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta memahami isu global, khususnya dalam bidang keamanan siber

Penulis: Isthifa Hasna Ramadhanti

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital


LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, UKM Unit Kerohanian Islam (UKI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Islami (LDKI) Vol.II Digi-Adab Leader 4.0 dengan tema kegiatan “Melahirkan Pemimpin Islam yang Adaptif, Beradab, Berilmu, dan Berdampak Positif di Era DigitaL. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kampus 5 International Women University (IWU) dengan dihadiri oleh 53 anggota.

LDKI ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber daya Manusia (PSDM) UKI yang bertujuan memberikan pembekalan kepemimpinan serta mempersiapkan proses kaderisasi guna melahirkan pengurus yang siap melanjutkan di periode berikutnya. 

Sejak pukul 07.10 WIB, kegiatan ini di mulai dari pengoordinasian dan pengecekan kelengkapan peserta. Peserta diharuskan mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan name tag yang telah dibuat, dan berbaris dengan kelompok yang sudah ditentukan. Acara resmi akhirnya dibuka pada pukul 08.12 WIB oleh MC yaitu Rahmawati Lamabalawa dan dan Mugi Rizkia Rizal. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu Dira Alma Laysani, Wakil Ketua UKI yaitu Haeril Zaky Permana, dan sambutan sekaligus pembukaan simbolis oleh Ketua Umum yaitu Rizal Maulana. 

Sebelum masuk ke acara inti, peserta diperkenalkan terlebih dahulu dengan kepengurusan Kabinet Prana Satya Ananda sebagai pengurus yang sedang menjabat pada periode ini tahun 2025-2026.

Acara selanjutnya memasuki acara inti dengan di awali oleh sesi sambutan dan pematerian pertama tentang Satgas PPKPT dari kemahasiswaan IWU yaitu Ibu Sintia Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol., dalam sambutan dan pemateriannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga adab dalam berorganisasi. Beliau juga menegaskan bahwa UKI membutuhkan pemimpin-pemimpin yang unggul mampu menjaga etika pergaulan, menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang melanggar batas dalam kehidupan sehari-hari terutama organisasi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Sarah Ayu, S.S atau sering dipanggil teh Sarahe yang merupakan pematerian kedua membahas tentang adab dan ilmu seorang muslim dalam berorganisasi. Beliau menjelaskan bahwa adab dan akhlak memiliki makna yang berbeda, di mana akhlak lahir dari keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT. Peserta diajak untuk menanamkan sikap beradab sejak dini, karena apa yang ditanam hari ini akan dituai di masa depan. 

Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina UKM UKI sekaligus mengisi pematerian ketiga yaitu kepemimpinan dalam perspektif Islam disampaikan oleh Bapak Toteng Suhara, S.Ag., M.Sos., yang menekankan pentingnya nilai dan budaya kerja dalam menjalankan roda organisasi. Setelah pematerian ini selesai, peserta diajak untuk ice breaking agar tidak bosan denga mengantuk dalam menghadiri acara ini.

Sesi berikutnya pematerian ke empat sebagai akhir dari pembinaan materi ini yaitu penyampaian materi public speaking dan komunikasi efektif di era digital oleh Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Si., beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan secara terarah dan bijak di era digital yang semakin mudah dan cepat ini.

Setelah proses pematerian selesai, Peserta melakukan isoma, lalu dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran interaktif melalui sistem pos-to-pos. Pos 1 “Warung Organisasi” mengajak peserta untuk siap bergabung dalam kepengurusan 2026–2027, Pos 2 “Review Materi” mengulas kembali keempat pematerian yang disampaikan oleh keekmpat narasumber, Pos 3 “Problem Solving” melatih kemampuan analisis melalui studi kasus yang dituangkan dalam karya kreatif, serta Pos 4“Challenge Labirin” yang menguji kekompakan tim dengan cara yang strategis. Kegiatan Pos to pos ini dilakukan selama 10 menit di setiap kelompoknya dan di setiap posnya

Suasana semakin meriah saat pembagian penghargaan, di antaranya Juara kaligrafi dimenangkan oleh Juara 1 Salwa Fadillah, Juara 2 Jeslin, Juara 3 Risda Noviyanti. Pemenang conten creator terbaik oleh kelompok 1. pemenang kelompok terbaik di LDKI diraih oleh kelompok 7. Pemenang yel-yel terkompak di LDKI oleh kelompok 1. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari Program kerja Divisi PSDM UKI yaitu Kalighrafi, Conten Creator, dan LDKI agar terus bersemangat dan berpartisipasi aktif.

Acara segera selesai, selanjutnya dilakukan pelantikan simbolis anggota baru yang diwakili oleh Syauqi Rizki Fani dan Riska Noviyanti sebagai penanda kesiapan mereka menjadi bagian penggerak dakwah UKI. Kegiatan ini ditutup pada pukul 15.10 WIB dengan sesi berdoa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan halal bihalal antaranggota dan pengurus. Melalui LDKI ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi pribadi yang beradab, berakhlak, serta memiliki jiwa kepemimpinan islami yang kuat demi kemajuan UKM UKI di masa mendatang.


Penulis : Dira Alma Laysani

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Selasa, 24 Februari 2026

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Jumat, 6 Februari 2026, Universitas Wanita Internasional (IWU) melakukan kunjungan langsung ke titik terdampak longsor di Cisarua sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Cisarua. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, jajaran dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa).

Delegasi kampus dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., bersama jajaran dosen yaitu diantaranya Banyu Saputra, S.Si., M.Si., Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar, S.E., M.Si., Yoki Oktorian Sukardi, S.Kom., M.A.B., dan Yadi Mulyadi Rohman, S.Si., M.Si. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa dari berbagai Ormawa, di antaranya Tim Redaksi, BEM, HIMA AKP, HIMALOGI, HIMAFI, HIMAKI, MENWA, dan KSR.

Awalnya, informasi keberangkatan ke Cisarua disampaikan oleh salah satu dosen dan direncanakan hanya melibatkan mahasiswa Informatika. Namun setelah melalui rapat koordinasi, kegiatan ini diperluas sehingga melibatkan beberapa Ormawa sebagai bentuk solidaritas bersama.

Setibanya di lokasi, rombongan diarahkan menuju area terdampak yang berada di bagian atas titik longsor. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan masker karena kondisi lingkungan yang masih berdebu dan berisiko. Beberapa mahasiswa secara bergiliran diperbolehkan mendekati area bencana untuk melihat kondisi lebih dekat.

Pemandangan di lokasi sangat memprihatinkan. Sejumlah rumah dilaporkan telah rata dengan tanah akibat longsor. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, bencana tersebut telah terjadi sekitar dua minggu sebelumnya dan hingga saat kunjungan dilakukan, hampir 20 korban warga masih belum ditemukan. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari luar daerah seperti peserta KKN, wisatawan, maupun warga yang sedang berkemah di sekitar lokasi.

Petugas juga menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan besar karena material longsor telah menyatu dan mengeras. Jika pun korban ditemukan, kondisi jenazah diperkirakan tidak lagi utuh. Situasi ini menjadi dilema tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian lanjutan.

Dari kronologi yang diperoleh, bencana terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, saat sebagian besar warga sedang tertidur. Informasi awal disampaikan oleh seorang Ketua RT yang segera keluar rumah dan memberi peringatan kepada warga lainnya. Berkat respons cepat tersebut, beberapa warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban tetap berjatuhan, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sebagian korban telah dijemput oleh keluarga, sementara ada pula yang kemungkinan akan mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk penempatan di panti asuhan bagi anak-anak yang terdampak.

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, delegasi IWU turut menyalurkan bantuan berupa nasi kotak dan air minum bagi warga serta petugas di lokasi. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan melalui tautan donasi yang telah disebarkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan para korban.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas sivitas akademika IWU terhadap masyarakat terdampak bencana. Kehadiran pimpinan, dosen, dan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menghadapi masa sulit.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU

Dokumentasi: Kelas Fotografi Vol. IV - IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU 

International Women University (IWU) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa melalui Kelas Fotografi Vol. IV yang mengusung tema Human Interest. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.30–12.00 WIB di Ruang 101 Kampus 5 IWU, dan diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari anggota Tim Redaksi IWU serta mahasiswa IWU.

Workshop ini menghadirkan narasumber profesional, Bapak Anto Purwanto, S.Ds., M.Ds., yang memberikan materi sekaligus membimbing praktik fotografi secara langsung.

Kegiatan diawali dengan briefing panitia pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan pendataan dan absensi peserta. Acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Penanggung Jawab, Pembina UKM Tim Redaksi, serta Direktur Kemahasiswaan Inovasi dan Kompetisi IWU.

Memasuki sesi inti pada pukul 09.00 WIB, narasumber menyampaikan materi selama 50 menit yang membahas teknik dasar hingga lanjutan dalam fotografi. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri.

Dalam sesi pematerian, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai:

Fungsi tombol dan pengaturan kamera (ISO, aperture, shutter speed, fokus).

Teknik pengambilan gambar seperti angle, framing, dan komposisi.

Pemanfaatan cahaya alami maupun buatan untuk menciptakan foto yang estetik.

Konsep fotografi Human Interest yang menekankan emosi, cerita, dan nilai kemanusiaan dalam sebuah visual.

Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari melalui sesi praktik individu dan kelompok.

Kegiatan Kelas Fotografi Vol. IV ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal pelaksanaan. Peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung teknik dasar fotografi, mulai dari pengaturan kamera hingga komposisi pengambilan gambar. Seluruh peserta berhasil mengunggah karya foto terbaik sesuai dengan ketentuan tema Human Interest, dan hasilnya dinilai komunikatif serta selaras dengan prinsip fotografi jurnalistik yang menekankan nilai cerita dan sisi kemanusiaan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka memberikan respons positif dan menilai workshop ini seru, aplikatif, serta menambah wawasan baru dalam bidang fotografi. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan harapan agar IWU dapat menyelenggarakan kelas lanjutan, baik di bidang fotografi tingkat lanjut, desain grafis, maupun videografi, sebagai bentuk pengembangan keterampilan kreatif mahasiswa.

Agar suasana semakin dinamis, panitia menyelipkan sesi games sebelum memasuki praktik penggunaan kamera dan praktik fotografi bertema Human Interest. Dalam sesi praktik ini, peserta secara langsung memotret objek dengan memperhatikan komposisi, angle, pencahayaan, serta nilai cerita dalam foto.

Menjelang akhir acara, diumumkan karya fotografi terbaik dan pembagian doorprize. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber, sesi kesan dan pesan, serta dokumentasi bersama.

Kelas Fotografi Vol. IV menjadi salah satu langkah nyata IWU dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang produksi konten visual yang profesional dan komunikatif. Melalui tema Human Interest, peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga diasah kepekaannya dalam menangkap cerita dan emosi melalui lensa kamera.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diadakan guna mendukung kreativitas serta profesionalisme Tim Redaksi IWU dan mahasiswa dalam menghasilkan karya visual yang berkualitas.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Dokumentasi: Kejuaraan UKM Perisai Diri IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Pada tanggal 24–25 Januari 2026, UKM Perisai Diri Universitas Wanita Internasional (IWU) turut berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bandung Lautan Api Championship 7 tingkat nasional yang diselenggarakan di Gymnasium Kampus UPI. Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UKM Perisai Diri dalam mengembangkan potensi, mental tanding, serta prestasi anggotanya di bidang pencak silat.

Pada hari pertama pelaksanaan pertandingan, delegasi UKM Perisai Diri mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti kategori Solo Kreatif, yaitu Nurul Aini Fadilah pada kategori Solo Kreatif Putri dan Wandi Ginanjar Hidayat pada kategori Solo Kreatif Putra. Keduanya tampil mewakili IWU dengan penuh semangat dan percaya diri.

Pertandingan dalam kejuaraan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi remaja dan sesi dewasa. Pembagian sesi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kategori usia peserta sehingga pertandingan dapat berlangsung secara sportif dan kompetitif.

Dalam ajang tersebut, UKM Perisai Diri berhasil meraih beberapa prestasi membanggakan. Salah satu pencapaian diraih oleh perwakilan yang bertanding di hari pertama, di mana Nurul Aini Fadilah berhasil meraih Juara 3 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putri. Sementara itu, Wandi Ginanjar Hidayat berhasil meraih Juara 1 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putra, dan perwakilan yang menang lainnya menunjukkan performa terbaiknya di hadapan para juri dan peserta lainnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa latihan dan persiapan yang dilakukan oleh UKM Perisai Diri membuahkan hasil yang membanggakan. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Partisipasi dalam kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga bagi para atlet dalam meningkatkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta mental bertanding. Diharapkan melalui kegiatan ini, UKM Perisai Diri IWU dapat terus mengukir prestasi dan membawa nama baik universitas di berbagai ajang kejuaraan selanjutnya.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

Dokumentasi: Starnation 3.0 (Foto: Timredaksi IWU)

Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

UKM Seni Tari STAR Universitas Wanita Internasional (IWU) kembali menghadirkan pertunjukan tahunan bertajuk Starnation 3.0 pada Kamis, 12 Februari 2026, yang bertempat di Padepokan Seni MAYANG SUNDA. Mengusung tema “Setiap gerak tari ada cerita, setiap cerita ada rasa.”, acara ini menjadi penampilan ketiga dalam rangkaian Starnation yang setiap tahunnya hadir dengan konsep dan warna yang berbeda.

Sebagai event tahunan, Starnation selalu berkembang dari segi konsep pertunjukan. Pada Starnation pertama, penampilan lebih berfokus pada sajian tarian tradisional dan modern tanpa alur cerita yang kompleks. Memasuki Starnation kedua, konsep berubah menjadi lebih teatrikal dengan porsi dialog yang lebih dominan dibandingkan tari. Sementara itu, Starnation 3.0 menghadirkan perpaduan yang lebih seimbang, namun dengan penekanan lebih besar pada unsur tari dibandingkan dialog.

Keunikan utama tahun ini terletak pada pengangkatan kisah legenda Sangkuriang dalam bentuk mini drama yang dipadukan dengan koreografi tari. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mini drama kali ini dilengkapi dengan dialog yang mendukung alur cerita, namun tetap memberi ruang luas bagi gerak tari sebagai media utama penyampaian pesan. Melalui ekspresi, koreografi, dan penghayatan para penari, cerita disampaikan secara emosional dan menyentuh.

Starnation 3.0 sukses menyatukan unsur tradisi dan modernitas dalam satu panggung yang harmonis. Gerakan tari tradisional dipadukan dengan sentuhan kontemporer, menciptakan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara makna. Meski dialog yang ditampilkan tidak terlalu banyak, pesan moral dan emosi dari kisah yang dibawakan tetap tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Melalui Starnation 3.0, UKM Seni Tari STAR kembali membuktikan semangat kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang berkembang dari tahun ke tahun. Acara ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan cerita dan rasa melalui setiap gerakan tari yang ditampilkan.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, UKM Unit Kerohanian Islam (UKI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Islami (LDKI) Vol.II Digi-Adab Leader 4.0 dengan tema kegiatan “Melahirkan Pemimpin Islam yang Adaptif, Beradab, Berilmu, dan Berdampak Positif di Era DigitaL. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kampus 5 International Women University (IWU) dengan dihadiri oleh 53 anggota.

LDKI ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber daya Manusia (PSDM) UKI yang bertujuan memberikan pembekalan kepemimpinan serta mempersiapkan proses kaderisasi guna melahirkan pengurus yang siap melanjutkan di periode berikutnya. 

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

Sejak pukul 07.10 WIB, kegiatan ini di mulai dari pengoordinasian dan pengecekan kelengkapan peserta. Peserta diharuskan mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan name tag yang telah dibuat, dan berbaris dengan kelompok yang sudah ditentukan. Acara resmi akhirnya dibuka pada pukul 08.12 WIB oleh MC yaitu Rahmawati Lamabalawa dan dan Mugi Rizkia Rizal. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu Dira Alma Laysani, Wakil Ketua UKI yaitu Haeril Zaky Permana, dan sambutan sekaligus pembukaan simbolis oleh Ketua Umum yaitu Rizal Maulana. 

Sebelum masuk ke acara inti, peserta diperkenalkan terlebih dahulu dengan kepengurusan Kabinet Prana Satya Ananda sebagai pengurus yang sedang menjabat pada periode ini tahun 2025-2026.

Acara selanjutnya memasuki acara inti dengan di awali oleh sesi sambutan dan pematerian pertama tentang Satgas PPKPT dari kemahasiswaan IWU yaitu Ibu Sintia Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol., dalam sambutan dan pemateriannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga adab dalam berorganisasi. Beliau juga menegaskan bahwa UKI membutuhkan pemimpin-pemimpin yang unggul mampu menjaga etika pergaulan, menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang melanggar batas dalam kehidupan sehari-hari terutama organisasi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Sarah Ayu, S.S atau sering dipanggil teh Sarahe yang merupakan pematerian kedua membahas tentang adab dan ilmu seorang muslim dalam berorganisasi. Beliau menjelaskan bahwa adab dan akhlak memiliki makna yang berbeda, di mana akhlak lahir dari keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT. Peserta diajak untuk menanamkan sikap beradab sejak dini, karena apa yang ditanam hari ini akan dituai di masa depan. 

Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina UKM UKI sekaligus mengisi pematerian ketiga yaitu kepemimpinan dalam perspektif Islam disampaikan oleh Bapak Toteng Suhara, S.Ag., M.Sos., yang menekankan pentingnya nilai dan budaya kerja dalam menjalankan roda organisasi. Setelah pematerian ini selesai, peserta diajak untuk ice breaking agar tidak bosan denga mengantuk dalam menghadiri acara ini.

Sesi berikutnya pematerian ke empat sebagai akhir dari pembinaan materi ini yaitu penyampaian materi public speaking dan komunikasi efektif di era digital oleh Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Si., beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan secara terarah dan bijak di era digital yang semakin mudah dan cepat ini.

Setelah proses pematerian selesai, Peserta melakukan isoma, lalu dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran interaktif melalui sistem pos-to-pos. Pos 1 “Warung Organisasi” mengajak peserta untuk siap bergabung dalam kepengurusan 2026–2027, Pos 2 “Review Materi” mengulas kembali keempat pematerian yang disampaikan oleh keekmpat narasumber, Pos 3 “Problem Solving” melatih kemampuan analisis melalui studi kasus yang dituangkan dalam karya kreatif, serta Pos 4“Challenge Labirin” yang menguji kekompakan tim dengan cara yang strategis. Kegiatan Pos to pos ini dilakukan selama 10 menit di setiap kelompoknya dan di setiap posnya

Suasana semakin meriah saat pembagian penghargaan, di antaranya Juara kaligrafi dimenangkan oleh Juara 1 Salwa Fadillah, Juara 2 Jeslin, Juara 3 Risda Noviyanti. Pemenang conten creator terbaik oleh kelompok 1. pemenang kelompok terbaik di LDKI diraih oleh kelompok 7. Pemenang yel-yel terkompak di LDKI oleh kelompok 1. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari Program kerja Divisi PSDM UKI yaitu Kalighrafi, Conten Creator, dan LDKI agar terus bersemangat dan berpartisipasi aktif.

Acara segera selesai, selanjutnya dilakukan pelantikan simbolis anggota baru yang diwakili oleh Syauqi Rizki Fani dan Riska Noviyanti sebagai penanda kesiapan mereka menjadi bagian penggerak dakwah UKI. Kegiatan ini ditutup pada pukul 15.10 WIB dengan sesi berdoa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan halal bihalal antaranggota dan pengurus. Melalui LDKI ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi pribadi yang beradab, berakhlak, serta memiliki jiwa kepemimpinan islami yang kuat demi kemajuan UKM UKI di masa mendatang.


Penulis : Dira Alma Laysani

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Sabtu, 20 Desember 2025

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS : BLOOD SPEAKS HUMANITY

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS : BLOOD SPEAKS HUMANITY
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Selasa, 16 Desember 2025 — Universitas Wanita Internasional (IWU), Bandung
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan nilai-nilai kemanusiaan, Universitas Wanita Internasional (IWU) menyelenggarakan kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Vol.2 dengan tema “Blood Speaks Humanity” dan melibatkan KKM KSR PMI Unit IWU. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, dan diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika IWU serta masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang partisipasi bersama untuk membantu sesama sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana. Pada sesi pembukaan ini turut disampaikan sambutan oleh Ibu Nunik Ekawandani, S.Pd., M.T. selaku Pembina KSR, Bapak Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar selaku Wakil Rektor II dan juga dilanjut dengan sambutan dari Bapak Dr.Benardi Wigena Kusuma selaku perwakilan dari PMI Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Ketua PMI menyampaikan bahwa kegiatan donor darah seperti ini sangat bermanfaat karena mampu membantu orang-orang yang membutuhkan darah, khususnya para pasien di rumah sakit, sekaligus berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok darah agar selalu siap digunakan dalam situasi darurat maupun tindakan medis rutin. Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci keberhasilan kegiatan kemanusiaan seperti ini.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Setelah rangkaian sambutan selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kebersamaan antara panitia, tamu undangan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Sesi foto ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selanjutnya, acara kembali dilanjutkan dengan proses registrasi tahap kedua bagi peserta donor darah dan cek kesehatan gratis, sebagai lanjutan dari registrasi awal yang telah dilakukan sebelum sambutan.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Registrasi ini bertujuan untuk memastikan data peserta tercatat dengan baik sebelum memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan dan pelaksanaan donor darah.
Antusiasme para pendonor terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum yang dengan sukarela ikut berpartisipasi. Sebelum melakukan donor darah, setiap peserta terlebih dahulu menjalani tahap pengecekan awal sebagai bagian dari prosedur standar. Salah satu syarat utama yang diperiksa adalah berat badan minimal 47 kg, yang harus dipenuhi agar pendonor dinyatakan layak dan aman untuk mendonorkan darahnya. Proses pengecekan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teliti guna memastikan kondisi pendonor tetap sehat dan kegiatan donor darah dapat berjalan dengan aman serta lancar. Setelah pemeriksaan selesai, panitia memberikan konsumsi pada peserta sebagai apresiasi kepada peserta.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Salah satu pendonor bernama Melania dari Program Studi Hubungan Internasional membagikan pengalamannya setelah mengikuti donor darah. Ia mengungkapkan bahwa meskipun merasakan lelah dan sedikit lemas usai mendonorkan darah, kegiatan tersebut tetap terasa seru, terlebih karena merupakan pengalaman pertamanya. Sebelum mengikuti donor darah, Melania melakukan sejumlah persiapan seperti memastikan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta sarapan pagi agar kondisi tubuh tetap prima. Terkait ketertarikannya untuk kembali mengikuti donor darah di kemudian hari, ia menyampaikan bahwa pengalaman pertama ini memberikan kesan yang menyenangkan, meskipun cukup menguras tenaga. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali berpartisipasi apabila di lain waktu ia merasa siap.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Selain kegiatan donor darah, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang mendapat sambutan positif dari para peserta. Pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan meliputi cek kolesterol, gula darah, asam urat untuk kesehatan tulang dan sendi, pemeriksaan imunitas, serta pengecekan jantung dan sistem peredaran darah. Melalui layanan ini, peserta dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan kemudian akan direkap dan dikirimkan kepada peserta melalui nomor WhatsApp masing-masing, sehingga memudahkan peserta untuk mengetahui hasilnya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serta langkah awal dalam menjaga kesehatan ke depannya.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran civitas akademika dan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan organisasi kemanusiaan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kamis, 09 Oktober 2025

PPKMB 2025 : GENERASI MANDIRI, BERDAYA, INKLUSIF, ADAKTIF DAN BERDAMPAK MENCIPTAKAN INDONESIA EMAS 2045

PPKMB 2025 : GENERASI MANDIRI, BERDAYA, INKLUSIF, DAKTIF DAN BERDAMPAK MENCIPTAKAN INDONESIA EMAS 2045
Selasa, 7 Oktober 2025, Hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Internasional Women University dengan tema "Generasi Mandiri, Berdaya, Inklusif, Adaptif dan Berdampak Menciptakan Indonesia Emas 2045" . Acara ini menjadi momen penuh semangat sekaligus harapan bagi seluruh mahasiswa baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar kampus. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan lingkungan akademik, tetapi juga titik awal pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan yang cerdas, kreatif, dan berintegritas.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan sidang terbuka senat oleh ketua senat yaitu Prof. Dr. Hj. Umi Narimawat, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. yang dihadiri oleh rektor, jajaran pimpinan fakultas, dosen, hingga panitia pelaksana. Selanjutnya pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Rizal Maulana dari jurusan DKV dan saritilawah yang dibacakan oleh Milda dari jurusan Hubungan Internasional.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua rektor yaitu Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP dan ketua senat. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan berorganisasi.
Setelah pembukaan, mahasiswa diarahkan untuk mengikuti materi pengenalan kampus, yang meliputi sejarah universitas, visi dan misi, struktur organisasi, serta tata tertib akademik. Sesi ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami identitas Internasional Women University sekaligus mengetahui aturan-aturan penting yang harus dipatuhi selama menjalani perkuliahan.
Untuk menyemarakkan acara, ditampilkan persembahan tari tradisional Rampag Kendang yang menghadirkan kearifan budaya lokal. Suasana kembali penuh semangat ketika seluruh peserta menyanyikan Mars IWU sebagai simbol kebanggaan terhadap almamater yang disematkan oleh Pasukan Protokoler Simbolis kepada 3 perwakilan mahasiswa lalu disambung dengan pembacaan janji mahasiswa. Lalu dilanjut pemaparan materi mengenai Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang disampaikan oleh Dr. Subagyo Sri Utomo, S.H., M.H. CLI. Dalam pemaparan nya ia menyampaikan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton namun juga untuk menjadi penggerak di negara ini. Ada pemateri lain nya yaitu Dr. H. Sonny Salimi, S.ST., M.T. yang menyampaikan materi dengan tema Sampah dan Sinyal : Media Digital Sebagai Penggerak Ekologi Baru.
Setelah penyampaian orasi ilmiah, acara berlanjut dengan penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Beasiswa yang diberikan terdiri dari Beasiswa KIPK dan Beasiswa Yayasan sebagai bentuk apresiasi serta dukungan bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi. Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi. Penghargaan diserahkan kepada mahasiswa berprestasi, dosen berprestasi di tingkat universitas maupun fakultas, pejabat struktural berprestasi, karyawan terbaik, serta tenaga kebersihan (CS) berprestasi. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memberikan penghargaan atas kerja keras dan pencapaian seluruh elemen civitas akademika.
Menjadi salah satu agenda utama juga, Pengenalan Civitas Akademika IWU yang disampaikan oleh ketua senat. Pengenalan civitas akademika yaitu penjelasan mengenai komunitas akademik yang meliputi seluruh warga dalam suatu perguruan tinggi, seperti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, peneliti, dan pihak lain yang aktif berkontribusi dalam kegiatan pendidikan dan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Suasana menjadi lebih hangat dengan persembahan lagu dari pimpinan, disusul penampilan lagu khas daerah bertajuk Karedok Leunca yang semakin menambah semarak kegiatan. Menjelang akhir acara, suasana kembali khidmat dengan pembacaan doa penutup, lalu pimpinan mahasiswa melaporkan bahwa sidang senat telah selesai. Ketua Senat pun secara resmi menutup sidang terbuka PKKMB Internasional Women University 2025. Sebagai penutup rangkaian acara formal, diadakan sesi foto bersama antara anggota senat dengan mahasiswa baru, sebagai bentuk kenangan sekaligus simbol kebersamaan. Setelah itu, anggota senat meninggalkan ruang sidang, dan kegiatan ditutup dengan breaktime sebelum memasuki rangkaian acara selanjutnya

Memasuki sesi kedua PKKMB 2024, acara kembali dibuka oleh MC pada pukul 11.11 WIB. Sesi ini diawali dengan pemaparan mengenai visi, misi, dan budaya International Women University (IWU) yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa baru mengenai arah dan identitas kampus. Setelah itu, dilanjutkan dengan Achievement Sharing Session bertajuk Pendidikan Berdampak yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawat, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. dan Dr. Sri Riani, S.Pd., M.Si dimana mahasiswa berprestasi berbagi pengalaman serta inspirasi untuk memotivasi mahasiswa baru dalam meraih kesuksesan akademik maupun non-akademik.
Pada pukul 11.33 WIB, mahasiswa mendapatkan sosialisasi dari Bank BNI mengenai layanan perbankan yang dapat mendukung kebutuhan finansial mahasiswa selama menempuh pendidikan. Selanjutnya, suasana menjadi lebih serius dengan diskusi panel tentang bahaya narkoba, kekerasan seksual, serta bullying yang akan disampaikan oleh Andreas Darmayadi, P.hD dan Elizabeth Dewi, Ph.D. Materi ini dihadirkan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri serta menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan inklusif. Pada materi kali ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk dapat memberikan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh pemateri.
Sesi berikutnya menghadirkan International Affairs Office yang Assoc. Prof. Dr. Inta Budi Setya Nusa, S.E., M.A.K., Cicie Priliant, S.E., M.Ak. dan Yadi M Rohman, S.Si., M.Si. memaparkan berbagai kesempatan akademik di ranah internasional, termasuk program beasiswa fast track bagi mahasiswa berprestasi. Salah satu mahasiswa lulusan dengan program fast track bernama suci memberikan kata-kata motivasi yang sangat berkesan bahwa menjadi mahasiswa harus memiliki dan mengeluarkan keberanian karna saat mengeluarkan keberanian sedikit saja maka dunia akan membuka jalan diluar ekspektasi.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kode etik mahasiswa dan dosen, serta administrasi akademik oleh direktur kemahasiswaan, inovasi dan komeptisi yaitu Sinta Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol, agar mahasiswa baru lebih memahami hak dan kewajiban mereka selama menempuh studi. Setelah rangkaian materi, mahasiswa diberi waktu istirahat cukup panjang dari pukul 12.28 hingga 13.30 WIB. Kemudian, acara sesi dua ditutup dengan sesi foto bersama, pengumuman-pengumuman penting dari panitia, serta diakhiri dengan pengkondisian pulang dan operasi semut sebagai bentuk kebersamaan dan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan hari pertama, PKKMB 2025 sukses memberikan pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa baru. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan budaya kampus, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan, etika, serta nilai-nilai penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan berdaya saing.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Jumat, 19 September 2025

PELATIHAN DASAR TIMRED IWU: MEMBANGUN PONDASI KUAT UNTUK TIM REDAKSI MUDA

Sabtu, 3 Mei 2025

PELATIHAN DASAR TIMRED IWU : Membangun Pindasi Kuat untuk Tim Redaksi Muda

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Halo, Sobat Redaksi!
Tahu gak, sih, kalau Tim Redaksi baru aja adain kegiatan seru dan penuh ilmu? Yuk, kita bahas!

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, UKM Tim Redaksi sukses menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Tim Redaksi IWU yang bertempat di Ruang 203 Kampus 5 International Women University. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat pondasi pengetahuan dan keterampilan para anggota Timred, khususnya bagi mereka yang baru bergabung dalam kepengurusan maupun keanggotaan.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Acara dimulai sejak pagi pukul 07.30 WIB dengan mempersiapkan ruangan, mem-briefing pengurus, dan melakukan registrasi bagi peserta. Para pengurus tampak antusias menyiapkan acara ini agar bisa berjalan dengan lancar. Kegiatan pun resmi dibuka oleh dua orang MC, yaitu Anisa dan Satria yang siap membawakan suasana kegiatan dengan penuh semangat.

Dalam sesi pembukaan, sambutan disampaikan langsung oleh Ketua Tim Redaksi, Eris Risnandar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen Tim Redaksi dalam membentuk anggota yang kreatif, terampil, dan siap berkontribusi secara aktif di bidang kepenulisan dan sebagai wadah pelatihan kampus.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Setelah acara dibuka dan disambut oleh Ketua Tim Redaksi,  kegiatan berlanjut ke inti acara yang paling dinantikan, yakni pembekalan Materi Dasar Jurnalistik dan Tim Redaksi. Materi ini disampaikan oleh Eris dan didampingi oleh Dewi Ayu Patimah sebagai Wakil Ketua Tim Redaksi IWU periode 2025/2026.

Dalam penyampaiannya, mereka menekankan pentingnya keterampilan sesuai kaidah jurnalistik yang baik dalam menunjang berbagai program kerja Tim Redaksi. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai kepengurusan. seperti BPH (Badan Pengurus Harian), Korlap (Koordinator Lapangan), Editing, RMI (Riset, Media, dan Informasi), hingga Divisi Ekonomi. Masing-masing membagikan pengetahuan dan gambaran kerja sesuai divisinya . Akhirnya, Peserta pun mengetahui ternyata dalam Tim Redaksi bukan hanya menulis, dan meliput saja tapi juga soal koordinasi, kreativitas konten, riset data, hingga mengatur pendanaan kegiatan.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan pun berlanjut ke sesi tanya jawab. Meskipun suasana berlangsung cukup formal, interaksi antara peserta dan pemateri tetap terasa hangat dan komunikatif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait materi yang telah dipaparkan. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Untuk mencairkan suasana setelah rangkaian materi yang padat, panitia menghadirkan sesi games interaktif. Games yang dirancang secara sederhana namun menyenangkan ini berhasil membangkitkan kembali semangat para peserta, sekaligus mempererat kekompakan dan kerja sama antar anggota Tim Redaksi.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Menjelang siang, seluruh peserta diarahkan untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah salat Dzuhur. Sesi ini berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Pelatihan ini dilanjutkan kembali dengan sesi praktek pematerian. Dalam sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan teknik peliputan berdasarkan materi yang telah diperoleh. Aktivitas ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pemahaman serta mengasah keterampilan dalam memotret dan merekam secara langsung, dengan bimbingan langsung dari pengurus.

Menjelang akhir kegiatan, MC memandu kembali acara hingga selesai. Kegiatan ditutup dengan suasana yang hangat, penuh semangat, disertai  harapan  agar  para  peserta dapat terus berkembang menjadi bagian yang aktif, kreatif, dan produktif. Dengan adanya pelatihan ini,  diharapkan para anggota memiliki semangat yang baru untuk terus menulis dan berkarya dalam dirinya, sehingga selaras dengan visi misi organisasi sebagai wadah yang aspiratif, edukatif, dan informatif di lingkungan kampus.


Penulis : Dira Alma Laysani
Editor : Rahmawati Lamabalawa
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU