Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban
Jumat, 6 Februari 2026, Universitas Wanita Internasional (IWU) melakukan kunjungan langsung ke titik terdampak longsor di Cisarua sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Cisarua. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, jajaran dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa).
Delegasi kampus dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., bersama jajaran dosen yaitu diantaranya Banyu Saputra, S.Si., M.Si., Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar, S.E., M.Si., Yoki Oktorian Sukardi, S.Kom., M.A.B., dan Yadi Mulyadi Rohman, S.Si., M.Si. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa dari berbagai Ormawa, di antaranya Tim Redaksi, BEM, HIMA AKP, HIMALOGI, HIMAFI, HIMAKI, MENWA, dan KSR.
Awalnya, informasi keberangkatan ke Cisarua disampaikan oleh salah satu dosen dan direncanakan hanya melibatkan mahasiswa Informatika. Namun setelah melalui rapat koordinasi, kegiatan ini diperluas sehingga melibatkan beberapa Ormawa sebagai bentuk solidaritas bersama.
Setibanya di lokasi, rombongan diarahkan menuju area terdampak yang berada di bagian atas titik longsor. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan masker karena kondisi lingkungan yang masih berdebu dan berisiko. Beberapa mahasiswa secara bergiliran diperbolehkan mendekati area bencana untuk melihat kondisi lebih dekat.
Pemandangan di lokasi sangat memprihatinkan. Sejumlah rumah dilaporkan telah rata dengan tanah akibat longsor. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, bencana tersebut telah terjadi sekitar dua minggu sebelumnya dan hingga saat kunjungan dilakukan, hampir 20 korban warga masih belum ditemukan. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari luar daerah seperti peserta KKN, wisatawan, maupun warga yang sedang berkemah di sekitar lokasi.
Petugas juga menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan besar karena material longsor telah menyatu dan mengeras. Jika pun korban ditemukan, kondisi jenazah diperkirakan tidak lagi utuh. Situasi ini menjadi dilema tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian lanjutan.
Dari kronologi yang diperoleh, bencana terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, saat sebagian besar warga sedang tertidur. Informasi awal disampaikan oleh seorang Ketua RT yang segera keluar rumah dan memberi peringatan kepada warga lainnya. Berkat respons cepat tersebut, beberapa warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban tetap berjatuhan, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sebagian korban telah dijemput oleh keluarga, sementara ada pula yang kemungkinan akan mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk penempatan di panti asuhan bagi anak-anak yang terdampak.
Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, delegasi IWU turut menyalurkan bantuan berupa nasi kotak dan air minum bagi warga serta petugas di lokasi. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan melalui tautan donasi yang telah disebarkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan para korban.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas sivitas akademika IWU terhadap masyarakat terdampak bencana. Kehadiran pimpinan, dosen, dan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menghadapi masa sulit.
Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar