Jumat, 19 Agustus 2022

HUT KE-77 KEMERDEKAAN RI

Breaking News

Merdeka, Merdeka, Merdeka

Untuk Memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Kampus International Women University mengadakan lomba kegiatan yang di isi dengan berbagai jenis perlombaan seperti lomba makan kerupuk dengan kecap, lomba menuangkan air,lomba balap karung memakai helm,  lomba tahan tawa,  lomba makeup tutup mata, lomba memindahkan sarung, lomba memindahkan karet, lomba memindahkan tepung dan lomba foto unik.

Kegiatan perlombaan ini berlangsung di kampus 1 IWU Pasir Kaliki, Bandung pada Rabu 17 Agustus 2022, kegiatan ini diikuti oleh segenap ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) IWU yang didukung dan dihadiri oleh beberapa Dosen IWU. 

untuk penutupan kegiatan tersebut diakhiri dengan membersihkan lingkungan area sekitar kampus bersama-sama (BERSEKA).




#international woman university 
#timredaksiiwu

Sabtu, 19 Maret 2022

IWU Bangga!








Amelia Wahyuningtias dari Prodi Desain Komunikasi Visual dan Putri Nabila mahasiswi Hubungan Internasional, resmi terpilih menjadi mahasiswa berprestasi International Women University tahun 2022. Penghargaan tersebut diberikan kepada keduanya, karena telah membawa nama baik kampus dengan menorehkan banyak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Amel, begitu sapaan akrabnya. Mahasiswa semester 4 tersebut sudah banyak menyabet prestasi di kancah internasional. Pada tahun 2020, Amel berpartisipasi di International Model United Nations sebagai delegasi Cheko di bidang pariwisata. Di tahun yang sama juga, Amel menjadi Duta besar Indonesia untuk Ukraina. Amel didapuk sebagai duta, mentor sekaligus teman untuk negara Ukraina serta membantu mengajar 2 guru di 2 sekolah yang berbeda.

"Sebenarnya gak begitu menyangka, karena walaupun ngerasanya melakukan ini melakukan itu, tapi rasanya selalu merasa kurang dibandingkan yang lain, karena selalu aja ada yang lebih hebat daripada kita. Aku rasa gak pernah ada kata stop untuk mempelajari ilmu atau mempelajari pengalaman. Jadi intinya, bangga tapi juga jangan jadi iri hati dan sombong." Ungkapnya.

Sementara itu, Putri Nabila pun tak kalah berprestasinya. Mojang Bandung tersebut telah mencetak banyak prestasi dengan semangat masa mudanya. Beberapa prestasi yang telah ia raih, diantaranya pernah menjadi Duta Genre (Generasi Berencana) di Kota Bandung tahun 2020, Duta Genre Jawa Barat tahun 2021, terpilih sebagai ajudan milenial Gubernur Jawa Barat di Jawa Barat Future Leader pada tahun 2021 dan masih banyak lagi. 

Prestasi yang sangat membanggakan itu, tidak membuat ia cepat puas. Putri menuturkan, "Saya ingin terus meningkatkan diri saya untuk aktualisasi diri. Kedepannya akan ada lagi banyak hal yang ingin saya raih, misalnya menjadi duta-duta yang lain."

Putri juga berkeinginan untuk mengikuti Duta Bela Negara dan mengikuti organisasi internasional, seperti UNICEF yang menaungi anak remaja.

Terus berusaha, belajar dan berdoa menjadi kunci utama dalam meraih keberhasilan. Tidak ada yang sia-sia dari apa yang kita capai dan raih. Baik Amel maupun Putri berpesan kepada mahasiswa IWU dan semua orang diluar sana, harus menjadi diri sendiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jika ingin mencapai sesuatu, maka harus berusaha sekuat tenaga untuk meraih kesuksesan tersebut.

Selasa, 15 Maret 2022

Pelaksanaan Pelantikan Ormawa di International Women University

Para Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) International Woman University yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2022/2023 resmi dilantik oleh Rektor IWU, Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP dengan didampingi oleh Wakil Rektor I. Acara tersebut digelar pada Jumat, 11 Maret 2022, bertempat di ruang aula utama kampus IWU Paskal. Acara yang berlangsung dengan khidmat itu, dihadiri pula oleh pimpinan Yayasan Arena Komunikasi Bandung beserta jajarannya, Dekan IWU beserta jajarannya, dosen, tamu undangan dan mahasiswa yang hadir secara online.

Sebelum melantik, Rektor IWU menanyakan kesiapan dan kesanggupan pengurus untuk dilantik menjadi pengurus ormawa. Setelah semuanya serentak mengucap siap, ikrar dan sumpah jabatan dikumandangkan bersama-sama dengan penuh semangat oleh semua pengurus ormawa yang hadir pada pelantikan tersebut.

Selain pelantikan pengurus ormawa, pada hari itu juga diresmikan UKM baru, yaitu Ancala Smara Adventure.

Rektor berharap, pengurus ormawa periode 2022/2023 bisa menjalankan tugasnya dengan baik, amanah, bertanggung jawab serta selalu menjaga nama baik kampus tercinta untuk IWU yang lebih baik.


#timredaksi

#internationalwomenuniversity




 Penulis : Ajeng Nurfitria

Editor : Adinda anggraeni

                                                                       


Rabu, 29 September 2021

Penerimaan Mahasiswa Baru PPKMB 2021 International Women University

International Women University (IWU) merupakan salah satu kampus yang berada di wilayah kota Bandung. Sebagai wadah untuk mengemban sebuah pendidikan bagi seorang pelajar/mahasiswa, International Women University menyediakan berbagai program studi yang memiliki keunggulan dalam setiap bidangnya.

Pada Hari Selasa, 28 September 2021 International Women University telah melaksanakan Sidang Senat Terbuka - Penerimaan Mahasiswa Baru 2021 secara online. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tujuan serta kesungguhan calon mahasiswa baru dalam memilih kampus International Women University, Tim Redaksi IWU mewawancarai beberapa mahasiswa baru International Women University.

Amel Putri, lulusan SMK Mahaputra Cerdas Utama yang merupakan mahasiswa baru International Women University program studi Ilmu Politik. Amel memilih program studi Ilmu Politik karena ingin menambah wawasannya sebagai pelajar dalam bidang ilmu politik. Dalam mengikuti kegiatan PMB online ini, Amel mempersiapkan kesehatan, baik kesehatan tubuh, kesehatan fisik dan kesehatan mental serta melakukan latihan agar acara PMB ini berjalan dengan lancar. Amel sangat bahagia sekali bisa mendapatkan teman-teman baru, bertemu kakak tingkat yang baik dan mentor-mentor yang ramah pada acara PMB 2021. Amel memilih kuliah di kampus International Women University karena adanya dukungan dari orang tuanya.

Faizal Erlangga Pratama, lulusan SMK Pasundan Cimahi yang merupakan mahasiswa baru program studi Hubungan Internasional. Faizal tertarik pada program double degree yang disediakan oleh kampus IWU, dimana program double degree ini menyelenggarakan kegiatan antar perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri. Faizal memilih program studi Hubungan Internasional karena berkeinginan untuk bisa bergabung ke organisasi kemanusiaan dunia seperti UNICEF.

Persiapan Faizal dalam mengikuti kegiatan PMB ini adalah selalu menjaga kesehatan, baik itu kesehatan tubuh, fisik dan mental agar dapat mengikuti kegiatan acara PMB dengan lancar sampai dengan acara selesai. Faizal bangga bisa mewakili prodinya dan senang bisa bertemu dengan teman baru serta kakak tingkat pada acara penerimaan mahasiswa baru 2021.

Itulah beberapa isi wawancara dari mahasiswa baru yang akan mengemban pendidikan di kampus International Women University. Semoga niat baik dan kesungguhan serta tekad kuat yang mereka miliki menjadi bekal semangat juang dalam perjalanan dunia pendidikan dalam perkuliahan yang akan mereka jalani.

 

#timredaksi

#ppkmb2021

#internationalwomenuniversity

 

                                                                             

                                                                     Penulis : Neni Yunaeni, Azzahro

                                                                       Editor : Neni Yunaeni

Selasa, 28 September 2021

DILUAR DUGAAN!!! JUMLAH MAHASISWA BARU IWU 2021-2022

Hari ini tanggal 28 September 2021 di Kampus International Women University tepatnya Jl. Pasir kaliki No.179 A, kb. Jeruk, Kec cicendo, Kota Bandung, telah dilaksanakan sidang terbuka senat penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2021-2022.

Untuk menyambut mahasiswa baru tahun ini, tentu saja kampus IWU sudah mempersiapkan berbagai hal. Terlebih lagi dengan adanya program MBKM tahun ini yang harus direalisasikan sehingga perlunya persiapan mulai dari sarana prasara penunjang dan lainnya.

Selama persiapan acara penerimaan mahasiswa baru ini tentu saja banyak hal yang menjadi kendala. Namun dari pihak kemahasiswaan, akademik, ataupun BEM tidak menjadikan kendala sebagai hambatan. Seperti yang diucapkan oleh Rektor IWU Dr. Hj. Dewi Indriani Jusup, S.E, M.Si. pada wawancara siang ini bersama Tim Redaksi bahwa “setiap ada event atau kegiatan tentu ada tantangan ataupun kendalanya. Tetapi kendala ini tidak dijadikan suatu kendala yang berarti dan kita harus hadapi bersama. Kita harus bahu-membahu, dan solidaritas dengan komitmen yang tinggi, sehingga apapun tantangan atau kendala bisa dihadapi”.

Calon mahasiswa baru yang mendaftar di IWU tentu saja melewati tahapan seleksi terlebih dahulu. Mulai dari tahap pengadministrasian, tes potensi akademik, hingga wawancara. Semua tahapan seleksi dilakukan secara terstruktur.

Tahun ini mahasiswa baru di IWU mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Rektor IWU Dr. Hj. Dewi Indriani Jusup, S.E, M.Si. mengatakan bahwa lebih dari seribu calon mahasiswa baru yang lulus TPA tahun ini. “Alhamdulillah tahun ini meningkat dari tahun lalu, tahun ini yang lulus TPA adalah 1.307 untuk 10 prodi” ucapnya saat wawancara dengan Tim Redaksi.

Untuk Prodi yang banyak diminati para mahasiswa baru yaitu Prodi Administrasi Bisnis dan juga Ilmu Komunikasi yang masih menjadi jurusan favorit IWU. Selain kedua jurusan itu, ada juga prodi yang banyak digemari, seperti prodi DKV, Fisika, Desain Interior yang juga mengalami peningkatan. Selasa (28/9/2021)

Abhirama Aksara: Memanifestasikan Generasi Gemilang dalam Rangkaian Acara PKKMB IWU 2021


International Women University (IWU) menerima secara resmi mahasiswa baru 2021/2022 pada tanggal 28 September 2021. Prosesi penerimaan mahasiswa baru ini dipimpin oleh Rektor IWU, Dr. Hj. Dewi Indriani Jusup, S.E, M.Si.,  serta sejumlah pimpinan, ketua senat, wakil rektor, dan anggota senat akademik.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IWU tahun ini bertajuk Abhirama Aksara, sebuah frasa dari bahasa Sansekerta yang artinya menyenangkan, cahaya, generasi gemilang, hangat, dan penuh sukacita. Sebagaimana artinya, panitia dan segenap keluarga besar IWU mengharapkan terciptanya generasi gemilang yang dapat memanifestasikan cita-cita bangsa Indonesia.

Rangkaian kegiatan PKKMB IWU dimulai dengan pembukaan sidang senat, di mana anggota senat memasuki ruang sidang dengan diiringi mars IWU. Setelah itu, disusul dengan kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan mars IWU, dan pembacaan surat keputusan oleh wakil rektor IWU.

Kegiatan selanjutnya adalah sambutan-sambutan dari anggota senat. Sambutan pertama disampaikan oleh Rektor IWU. Dalam sambutannya, Ibu Dewi Indriani Jusup mengungkapkan rasa bangga atas peningkatan jumlah peserta Tes Potensi Akademik (TPA) dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 1.307 peserta. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan untuk mahasiswa/i baru dalam kegiatan pembelajaran di IWU yang akan dilaksanakan beberapa pekan mendatang. Sebagai generasi yang tumbuh dalam kemajuan zaman, mahasiswa/i baru diharapkan dapat mengikuti perjalanan akademik di IWU dengan memiliki kompetensi akademik yang mencakup aspek pengetahuan kognitif, keterapilan, sikap, dan kepribadian. Artinya, semakin tinggi gelar akademik yang dimiliki maka diharapkan semakin tinggi pula kualitas sikap dan kepribadian yang terbentuk.

Sambutan kedua disampaikan oleh ketua yayasan Arena Komunikasi Bandung, Marliana Budhiningtias Winanti S.Si., M.Si. Dilatarbelakangi oleh besarnya kepercayaan masyarakat tehadap perguruan tinggi swasta, beliau menyampaikan harapannya untuk IWU agar tetap konsisten dalam meningkatkan kualitasnya. Artinya, tidak hanya memberikan proses pembelajaran kepada peserta didik, namun dapat memberikan karya bakti yang dapat dirasakan sesuai tuntutan yang dibutuhkan yang berkembang di masyarakat.

Sambutan terakhir disampaikan oleh ketua senat, Dr. Hj. Umi Narimawati, SE., M.Si. Beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap IWU sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang mengedepankan nilai-nilai feminisme, persamaan gender, dan peningkatan derajat kemanusiaan. IWU juga dinilai sebagai universitas yang mampu memberikan bantuan beasiswa kepada peserta didiknya, sehingga pada tahun ini dapat mencetak jumlah peserta TPA yang cukup tinggi dari tahun sebelumnya. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa baru agar bisa mengikuti proses pembelajaran di IWU dengan ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga dapat menjadi output IWU yang dibanggakan di masyarakat.

Setelah sambutan dari rektor IWU, ketua yayasan, dan ketua senat, kemudian dilaksanakan pembacaan ikrar mahasiswa dan penyematan jas almamater kepada 10 perwakilan mahasiswa baru dari masing-masing program studi. Program studi teknik informatika diwakili oleh Hardi Agung, program strudi administrasi bisnis diwakili oleh Riyandi dan Ajeng Tasya, Desain Komunikasi Visual diwakili oleh Rian S. A, program studi desain interior diwakili oleh Ghaida Nor Afdila, program studi hubungan internasional diwakili oleh Faizal Erlangga dan Defva Praharzan, program studi ilmu politik diwakili oleh Amelia Putri, program studi  kimia diwakili oleh Nira Patrakomala, dan program studi  biologi diwakili oleh Mifa Fadlimah.

Sebagai akhir dari serangkaian kegiatan pembukaan PKKMB IWU, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti kegiatan pengenalan kampus IWU, seperti penyampaian aturan perkuliahan di IWU, pengenalan aplikasi E-learning IWU untuk menunjang perkuliahan daring selama kuliah jarak jauh, pengenalan masing-masing fakultas dan program studi yang ada di IWU, pengenalan program perkuliahan yang dilaksanakan oleh IWU dengan universitas luar negeri, serta ice breaking yang diberikan kepada mahasiswa baru yang dipimpin oleh BEM IWU.

 

Reporter: Agus, Dandi Maulana Akbar, Siska

Penulis: Mitha Fetrianti, Suci Siti Zakiyah

Editor: Mitha Fetrianti

Jumat, 23 Oktober 2020

Halo, Angin

Adinda

 

Saksi lembut termakannya dunia oleh kesukaran manusiawi

Pengantar bau amis darah yang berserakan di badan bumi

Pengantar pesan udara bahwa batas-batas logis sudah terlewati

Terimakasih sudah bertiup lembut dan menenangkan hati,

di saat semua nya mulai terlihat tidak layak di tinggali

 Rasa yang Terjaga

Nurul Hasanah

Pagi ini mentari bersinar terang seolah menunjukan kebahagiaan. Sinarnya masuk menerangi jiwa yang membutuhkan cahaya. Aku bersyukur bisa kembali menikmati keindahan ini. Hari ini libur sekolah, setelah membereskan rumah aku kembali ke kamar sambil mendengarkan musik yang kuputar di ponsel. Kunikmati musik itu hingga mampu menenggelamkan dalam sebuah khayal dan kenangan, menyeretku pada rasa yang sampai saat ini tak bisa diungkapkan padanya. Aku tersenyum, rupanya rasa itu masih tersimpan rapi di sudut kenangan, bersampul harapan yang tidak bisa terwujudkan. Fahri, ya aku kembali ingat waktu perkenalan dan kebersamaan dengannya. Rasa Hangat menerobos jiwa, kenyamanan kembali terasa, tidak jarang aku pun merindukan itu semua.

Awal masuk SMA aku mengikuti Organisasi Intra Siswa. Waktu itu aku melihat beberapa lelaki yang duduk bersebelahan denganku. Aku tidak tahu siapa mereka, yang aku tahu mereka satu organisasi denganku. Aku juga tidak terlalu memperhatikan mereka, baik itu namanya, alamatnya, maupun kelasnya. Lagipula(,) untuk apa aku sekepo itu pada mereka(?)

Hari terus berganti, hingga pada suatu malam ada seseorang yang hadir dalam kehidupan dan mampu menancapkan rasa sampai sekarang.

"Assalaamu'alaikum, ini Zahra Azusena yang ikut Organisasi OSIS ya?"

Sebuah pesan mendarat di ponselku. Fahri Haidar, nama itu yang berhasil aku baca di atas pesan yang dikirimkan. Tanpa berpikir panjang aku menjawab pesan itu, kemudian aku melihat sejenak profilnya,"Oh rupanya Fahri anak OSIS juga," gumamku.

Perkenalan terus berlanjut, menanyakan tempat tinggal, asal sekolah, hobi, hingga membicarakan hal yang tidak penting. Malam berikutnya kami selalu bertukar kabar di messenger, dan satu hal yang tidak pernah dia lupakan adalah ucapan selamat malam dan menyuruhku agar tidak tidur terlalu malam. "Good night have a nice dream." Pesan singkat itu selalu berhasil mengukir senyuman di bibirku. Menghadirkan bahagia di kala akan mulai memejamkan mata. Entahlah(,) aku tidak tahu obat apa yang Fahri berikan hingga begitu membuatku ketergantungan. Seperti ombak yang menemani pantai siang dan malam, seperti bulan yang menjaga bumi, dan seperti buku yang membutuhkan pensil, aku rasa semakin hari kami semakin akrab. Saling menyapa, menemani, berbagi suka duka, mengukir tawa, dan menuliskan kisah dalam lembar kehidupan. Sungguh membahagiakan.

Lama kelamaan aku mulai merasa ada yang aneh dengan rasaku, rasa yang tidak bisa kupahami, memaksa keluar ingin diucapkan. Aku resah akan rasaku, aku tidak tahu pasti apakah itu cinta atau rasa nyaman belaka. Jika aku mengungkapkannya, aku takut hubungan kami akan berubah. Jika aku diam saja, rasa ini selalu membuatku resah. Dengan sekuat tenaga aku menyembunyikan ini semua, menyamarkan rasa yang hadir dalan ikatan persahabatan. Benar kata orang, tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan, pasti ada satu pihak yang menyimpan perasaan.

Percakapan tiap malam selalu ada, Fahri selalu mengabariku. Tidak bosan dia bercerita semua hal padaku. Membagi kisah, membagi mimpi, atau hanya sekadar bertukar pikiran. Fahri menceritakan kenakalannya dulu, baik itu merokok ataupun membolos. Hingga tiba di suatu waktu Fahri memberitahuku ingin berubah menjadi lebih baik lagi.

"Andai saja Ibu tahu sikapku dulu, kenakalanku di luar sana, pasti ibu sangat kecewa," Sesal Fahri.

"Gak papa, yang penting jangan diulangi lagi, masih ada waktu untuk berubah," ucapku.

"Zahra, aku ingin berubah. aku sudah besar dan aku ingin membahagiakan keluargaku," ucap Fahri.

Aku bahagia mendengarnya. Manusia selalu mempunyai sisi baik dan buruk. Sebaik apapun pasti pernah melakukan kesalahan dan seburuk apapun seseorang dia berhak mendapatkan pengampunan dan peluang untuk berubah. Aku selalu yakin akan hal itu, maka dari itu aku tidak pernah memandang seseorang itu buruk. aku pikir semua ada masanya, pasti jika waktunya tiba mereka akan berubah, begitupun dengan Fahri.

Pengakuan Fahri mampu membuatku begitu bahagia, dan tanpa kusadari rasa yang semula hanya benih kecil kini mulai tumbuh besar, dipupuk oleh komunikasi, disiram oleh mimpi yang aku harap menjadi nyata. Bukan hanya Fahri yang berbagi cerita, aku pun membagi ceritaku termasuk impian bersekolah di Universitas Al-Azhar, menjadi Guru Sejarah, dan menceritakan keadaan di kampungku.

Namun sayangnya keakraban kami hanya sebatas di media sosial, di dunia nyata kami jarang bertutur-sapa. Gemas sekali rasanya. Hatiku selalu memaksa agar aku menyapa terlebih dahulu, namun rasa keingingan itu terkalahkan oleh rasa gengsi yang ada didalam diri. "Masa sih cewek mengungkapkan rasa duluan, masa sih nyapa duluan, tengsin  lah," gumamku. Yang kini kulakukan hanyalah berdoa memohon yang terbaik dari yang maha kuasa. Tidak bosan doa itu selalu kuulangi setiap harinya. Seperti resep obat dari doktor, ku ulangi hampir lima kali sehari di setiap usai solat.

"Ya Alloh, aku menyayangi Fahri, ingin bersama Fahri. Jika Fahri jodohku, pertahankanlah. Jika bukan jodohku, maka lapangkanlah hatiku. Sungguh aku ingin bersamanya. Semoga doaku dikabulkan." Lirihku setiap usai solat.

Langit yang cerah mulai mendung, awan hitam menutupi cahaya mentari, semesta seolah mengaminkan doaku. Ketika malam tiba, tidak ada rembulan yang menerangi, awan hitam masih menguasai, namun percakapan antara kami di media sosial tidak terhenti. Entah apa yang mendorongku berani menanyakan hal yang begitu privasi di kehidupan Fahri.

"Eh, ngomong-ngomong kenapa kamu putus sama Nisa?" tanyaku .

Nisa adalah pacar Fahri dulu, aku tahu itu waktu stalking sosial media Fahri.

"Gimana ya, aku kasihan sama dia," jawab Fahri.

"Kenapa kasihan?" tanyaku keheranan.

"Jadi gini ya, aku suka sama cewe lain selain dia." Jawab Fahri

Mendengar jawaban itu hatiku berdegup kencang, harapan seolah akan segera terwujudkan. Aku begitu bahagia, namun tetap berusaha menetralkan diri.

"Siapa?" Tanyaku lagi.

"Teman SMP dulu, sudah lama aku menyukainya, namun dia masih mempunyai pacar. Oh ya, katanya dia juga sempet mau tunangan tapi gak jadi. Waktu aku tahu dia putus, aku mendekatinya, eh sayangnya sekarang dia malah pacaran sama orang lain," Jawab Fahri.

Jawaban Fahri membuatku terhempas jauh dari alam kebahagiaan. Ucapannya berhasil menjatuhkanku ke jurang yang amat dalam, membawaku ke dasar samudera yang sangat gelap. Pipiku kini dihujani air mata, semesta seolah tertawa menyaksikan kebodohanku. Aku gagal lagi menjaga hatiku. Fahri yang kukira akan jadi pengobat luka justru karenanya aku kembali digoresi luka. Aku kira dia menjadikanku rumah namun ternyata hanya di jadikan tempat singgah. Rumahnya adalah wanita itu, teman SMP-nya.

"Sadarlah, lihat pacarnya saja dia putuskan karena dia masih menaruh rasa pada temamnnya, lalu aku siapa? Dengan lancangnya aku mengharapkan Fahri memiliki rasa yang sama," Lirihku.

Malam begitu hening, binatang malam tidak bersuara seolah merasakan kepiluanku. Hatiku retak, rasaku rusak. Aku benci keadaan seperti ini, keadaan yang membuatku sangat rapuh. Aku pun bingung harus berbuat apa, apakah harus menjauh atau tetap menjadi teman berceritanya.  Jika aku menjauh tidak baik kelihatannya, hanya karena sebuah rasa kenapa pertemanan harus dirusak? Jika aku terus menemaninya pasti aku akan sulit memghilangkan rasa yang kini ada. Sungguh aku sangat bingung.

Dengan sekuat tenanga aku berusaha bersikap biasa saja, menjadi teman berceritanya, meski memang hati terasa terluka. Aku mencoba membunuh paksa rasa yang ada secepatnya, menenggelamkannya dalam genangan air mata, dan membiarkan rasa yang ada larut dalam derasnya tetesan air mata. Aku tahu ini sulit, tapi harus bagaimana lagi, aku juga belum bisa jauh darinya. Dalam doa aku masih mengharapkannya, melantunkan pinta yang sama agar bisa bersama Fahri selamanya. Aku akui ini egois, mengharapkan orang yang tidak sama sekali mengharapkanku. Aku tahu ini salahku, aku sendiri yang menorehkan luka ini. Tidak jarang aku pun menangis, menyesali rasa dan mengutuk diri sendiri.

Kuseka air mata, lalu kubisikan sesuatu pada diriku. "Sudahlah jangan diingat lagi, itu hanya kisah lampau yang patut kau jadikan pelajaran, Zahra. Berdamailah dengan dirimu sendiri, lepaskan rasa itu, kamu tidak bisa bersama dengan Fahri. Mungkin kamu dan Fahri bisa beriringan dalam berbagi cerita, tapi tidak bisa beriringan dalam memulai cerita bahagia. Syukuri apa yang kamu miliki saat ini, perjuangkan orang yang kini ingin memperjuangkanmu. Hargai setiap orang yang kini bersamamu, jangan kecewakan mereka karena rasamu pada Fahri, dan yang terpenting jangan sakiti dirimu lagi."

Aku kembali ke alam sadarku, cerita dua tahun lalu itu rupanya masih mampu mengaduk-aduk rasaku. Kini aku sudah lelah mengingat kisah itu, mataku juga lelah apabila harus terus meneteskan air mata untuk hal yang tidak bisa ku miliki sampai saat ini. Terimakasih Fahri. Darimu aku belajar banyak hal. Karena kamu aku bisa sekuat sekarang. Maaf rasa ini belum bisa ku hilangkan seutuhya.

Tasikmalaya, 27 Desember 2019

Dermaga di Pelabuhan

Early Salwa

 

Kota cantik diseberang, kerlap-kerlip melambai

Kapal laut melaju tenang, membelah suhu rendah

Kumpulan air, tujuanku berubah

Aku berhasrat kesana

Pelabuhan yang menunggu, menyambut

Dia mau tapi tak siap

Dini hari

Aku cepat-cepat,

Kamu sempat-sempat

Dermaga Lara

Siska Putriani

 

Adalah kamu, alasan tertuangnya prosa-prosa receh

yang selalu aku dewakan dan selalu kau abaikan.

Namun aku selalu lupa, akan apa-apa yang menyayat hati,

jika raut wajahmu yang selalu kudapati.

Tuan...

Ku ceritakan pada antariksa tentang semua yang menyiksa

Karena nyatanya, kau sendiri yang menghentikanku berotasi didalam orbitmu.

Ku ceritakan pada binatang jalang tentang semua yang hilang

Karena tampaknya, kau ingin ku berhenti menyusuri langkahmu.

Ku ceritakan pada bumantara tentang semua lara

Karena akhirnya,  kau hanya sementara.

Tuan...

Senja kali ini tak tampak. Hingga elokmu tak dapat kunikmati lagi sore ini.

Dermaga Tua

@nenny9118

 

Saat senja menutup birunya warna langit

Saat itu pula waktu berganti

Saat dia dengan sahabatnya menikmati birunya air laut

Saat itu pula warnanya berubah

Namun mereka tidak kecewa

Dengan rasa yang mereka miliki

Hati yang tetap sama, begitu pun dengan jiwa

Yang selalu tak pernah merasa sendiri

Mereka tahu bahwa bergantinya waktu

Tidak akan merubah segalanya

Mereka akan tetap bersama, walau hari tak lagi sama

Kata hati selalu menjadi kunci, bahwa sahabat  itu sejati.

Doa

Dandi Maulana Akbar

 

Tangan menengadah, bermunajat

Sentuh buku, jari tak akan karat

Hamba tunduk tersungkur

Menjalani sisa yang terukur

Muncul air, menggenang muara

Meluap kebawah kulit tertata

Telah banyak coretan merah terlihat

Namun ampunan-Mu ada dan terpahat

Malulah insan penuh kotoran

Tapi pintaan selalu ingin dikabulkan

Malam Tak Bersuara

Azzahro Nur Musthofa Ridho

 

Di malam yang sunyi, kutitipkan salam dalam diam

Di malam yang tak bersuara, kutitipkan rindu dalam doa

Di malam yang hilang cahaya kutitipkan harapan lewat hembusan angin

Maka, izinkan aku menetap dalam pelupuk matanya