Bandung – Program Studi Ilmu Komunikasi International Women University (IWU) menyelenggarakan seminar Klinik Riset Mahasiswa (KRAMAS) bertajuk "Surviving Skripsi: Pemanfaatan AI yang Beretika" pada Selasa (30/6/2026) di Kampus 5 IWU, Bandung.
Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses penyusunan skripsi.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan menghadirkan salah satu dosen dari Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut dipenuhi keramaian antusiasme peserta. Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, dosen kampus IWU juga turut mengikuti seminar tersebut, baik yang mengikuti secara langsung maupun melalui G-meet Room.
Seminar dibuka dengan sambutan dari Rektor International Women University, Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses penelitian dapat berjalan secara optimal.
Ketua Senat IWU, Prof. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., turut menyampaikan bahwa perkembangan AI merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan integritas akademik dan orisinalitas dalam menghasilkan karya ilmiah.
Sementara itu, Dr. Atalia Praratya mengingatkan bahwa berbagai platform AI, seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity, dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi dengan lebih cepat. Namun, seluruh informasi yang dihasilkan tetap harus diverifikasi karena AI tidak dapat menggantikan pengalaman maupun kepakaran manusia.
Narasumber memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan AI secara beretika. (Sumber: Dokumentasi Timred IWU).
Memasuki sesi utama, seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Vidi Sukmayadi, Ph.D. dan Dr. Ira Mirawati, M.Si., yang dimoderatori oleh Ilona Annisa Ristiani, M.I.Kom. Dalam pemaparannya, Vidi Sukmayadi menegaskan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai idea generator, bukan skripsi maker.
Menurutnya, AI dapat digunakan untuk membantu menemukan ide penelitian, menyusun kerangka skripsi, merangkum literatur, memperbaiki tata bahasa, hingga membantu analisis awal data. Sebaliknya, penggunaan AI untuk menulis keseluruhan skripsi, membuat data fiktif, atau menggantikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.
Pada sesi berikutnya, Dr. Ira Mirawati memperkenalkan berbagai platform AI yang dapat mendukung proses penelitian, di antaranya Perplexity, ChatPDF, SciSpace, Elicit, Consensus, Google Scholar, dan Copilot. Ia menjelaskan bahwa setiap platform memiliki fungsi yang berbeda sehingga mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
Selain penyampaian materi, seminar juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai etika penggunaan AI dalam dunia akademik, mulai dari dampaknya terhadap kemampuan berpikir hingga penerapan AI dalam penyusunan skripsi. Narasumber menjawab seluruh pertanyaan berdasarkan data dan pengalaman akademik sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Melalui penyelenggaraan Seminar KRAMAS, IWU berharap mahasiswa mampu memanfaatkan perkembangan teknologi AI secara bijaksana sebagai pendukung proses penelitian, tanpa mengurangi kejujuran akademik, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Penulis: Juhariah | Program Studi Ilmu Komunikasi (2024).
Editor: Penulis: Juhariah | Program Studi Ilmu Komunikasi (2024).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar