Selasa, 24 Februari 2026

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Jumat, 6 Februari 2026, Universitas Wanita Internasional (IWU) melakukan kunjungan langsung ke titik terdampak longsor di Cisarua sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Cisarua. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, jajaran dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa).

Delegasi kampus dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., bersama jajaran dosen yaitu diantaranya Banyu Saputra, S.Si., M.Si., Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar, S.E., M.Si., Yoki Oktorian Sukardi, S.Kom., M.A.B., dan Yadi Mulyadi Rohman, S.Si., M.Si. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa dari berbagai Ormawa, di antaranya Tim Redaksi, BEM, HIMA AKP, HIMALOGI, HIMAFI, HIMAKI, MENWA, dan KSR.

Awalnya, informasi keberangkatan ke Cisarua disampaikan oleh salah satu dosen dan direncanakan hanya melibatkan mahasiswa Informatika. Namun setelah melalui rapat koordinasi, kegiatan ini diperluas sehingga melibatkan beberapa Ormawa sebagai bentuk solidaritas bersama.

Setibanya di lokasi, rombongan diarahkan menuju area terdampak yang berada di bagian atas titik longsor. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan masker karena kondisi lingkungan yang masih berdebu dan berisiko. Beberapa mahasiswa secara bergiliran diperbolehkan mendekati area bencana untuk melihat kondisi lebih dekat.

Pemandangan di lokasi sangat memprihatinkan. Sejumlah rumah dilaporkan telah rata dengan tanah akibat longsor. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, bencana tersebut telah terjadi sekitar dua minggu sebelumnya dan hingga saat kunjungan dilakukan, hampir 20 korban warga masih belum ditemukan. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari luar daerah seperti peserta KKN, wisatawan, maupun warga yang sedang berkemah di sekitar lokasi.

Petugas juga menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan besar karena material longsor telah menyatu dan mengeras. Jika pun korban ditemukan, kondisi jenazah diperkirakan tidak lagi utuh. Situasi ini menjadi dilema tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian lanjutan.

Dari kronologi yang diperoleh, bencana terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, saat sebagian besar warga sedang tertidur. Informasi awal disampaikan oleh seorang Ketua RT yang segera keluar rumah dan memberi peringatan kepada warga lainnya. Berkat respons cepat tersebut, beberapa warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban tetap berjatuhan, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sebagian korban telah dijemput oleh keluarga, sementara ada pula yang kemungkinan akan mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk penempatan di panti asuhan bagi anak-anak yang terdampak.

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, delegasi IWU turut menyalurkan bantuan berupa nasi kotak dan air minum bagi warga serta petugas di lokasi. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan melalui tautan donasi yang telah disebarkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan para korban.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas sivitas akademika IWU terhadap masyarakat terdampak bencana. Kehadiran pimpinan, dosen, dan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menghadapi masa sulit.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU

Dokumentasi: Kelas Fotografi Vol. IV - IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU 

International Women University (IWU) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa melalui Kelas Fotografi Vol. IV yang mengusung tema Human Interest. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.30–12.00 WIB di Ruang 101 Kampus 5 IWU, dan diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari anggota Tim Redaksi IWU serta mahasiswa IWU.

Workshop ini menghadirkan narasumber profesional, Bapak Anto Purwanto, S.Ds., M.Ds., yang memberikan materi sekaligus membimbing praktik fotografi secara langsung.

Kegiatan diawali dengan briefing panitia pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan pendataan dan absensi peserta. Acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Penanggung Jawab, Pembina UKM Tim Redaksi, serta Direktur Kemahasiswaan Inovasi dan Kompetisi IWU.

Memasuki sesi inti pada pukul 09.00 WIB, narasumber menyampaikan materi selama 50 menit yang membahas teknik dasar hingga lanjutan dalam fotografi. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri.

Dalam sesi pematerian, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai:

Fungsi tombol dan pengaturan kamera (ISO, aperture, shutter speed, fokus).

Teknik pengambilan gambar seperti angle, framing, dan komposisi.

Pemanfaatan cahaya alami maupun buatan untuk menciptakan foto yang estetik.

Konsep fotografi Human Interest yang menekankan emosi, cerita, dan nilai kemanusiaan dalam sebuah visual.

Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari melalui sesi praktik individu dan kelompok.

Kegiatan Kelas Fotografi Vol. IV ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal pelaksanaan. Peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung teknik dasar fotografi, mulai dari pengaturan kamera hingga komposisi pengambilan gambar. Seluruh peserta berhasil mengunggah karya foto terbaik sesuai dengan ketentuan tema Human Interest, dan hasilnya dinilai komunikatif serta selaras dengan prinsip fotografi jurnalistik yang menekankan nilai cerita dan sisi kemanusiaan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka memberikan respons positif dan menilai workshop ini seru, aplikatif, serta menambah wawasan baru dalam bidang fotografi. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan harapan agar IWU dapat menyelenggarakan kelas lanjutan, baik di bidang fotografi tingkat lanjut, desain grafis, maupun videografi, sebagai bentuk pengembangan keterampilan kreatif mahasiswa.

Agar suasana semakin dinamis, panitia menyelipkan sesi games sebelum memasuki praktik penggunaan kamera dan praktik fotografi bertema Human Interest. Dalam sesi praktik ini, peserta secara langsung memotret objek dengan memperhatikan komposisi, angle, pencahayaan, serta nilai cerita dalam foto.

Menjelang akhir acara, diumumkan karya fotografi terbaik dan pembagian doorprize. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber, sesi kesan dan pesan, serta dokumentasi bersama.

Kelas Fotografi Vol. IV menjadi salah satu langkah nyata IWU dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang produksi konten visual yang profesional dan komunikatif. Melalui tema Human Interest, peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga diasah kepekaannya dalam menangkap cerita dan emosi melalui lensa kamera.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diadakan guna mendukung kreativitas serta profesionalisme Tim Redaksi IWU dan mahasiswa dalam menghasilkan karya visual yang berkualitas.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Dokumentasi: Kejuaraan UKM Perisai Diri IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Pada tanggal 24–25 Januari 2026, UKM Perisai Diri Universitas Wanita Internasional (IWU) turut berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bandung Lautan Api Championship 7 tingkat nasional yang diselenggarakan di Gymnasium Kampus UPI. Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UKM Perisai Diri dalam mengembangkan potensi, mental tanding, serta prestasi anggotanya di bidang pencak silat.

Pada hari pertama pelaksanaan pertandingan, delegasi UKM Perisai Diri mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti kategori Solo Kreatif, yaitu Nurul Aini Fadilah pada kategori Solo Kreatif Putri dan Wandi Ginanjar Hidayat pada kategori Solo Kreatif Putra. Keduanya tampil mewakili IWU dengan penuh semangat dan percaya diri.

Pertandingan dalam kejuaraan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi remaja dan sesi dewasa. Pembagian sesi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kategori usia peserta sehingga pertandingan dapat berlangsung secara sportif dan kompetitif.

Dalam ajang tersebut, UKM Perisai Diri berhasil meraih beberapa prestasi membanggakan. Salah satu pencapaian diraih oleh perwakilan yang bertanding di hari pertama, di mana Nurul Aini Fadilah berhasil meraih Juara 3 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putri. Sementara itu, Wandi Ginanjar Hidayat berhasil meraih Juara 1 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putra, dan perwakilan yang menang lainnya menunjukkan performa terbaiknya di hadapan para juri dan peserta lainnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa latihan dan persiapan yang dilakukan oleh UKM Perisai Diri membuahkan hasil yang membanggakan. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Partisipasi dalam kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga bagi para atlet dalam meningkatkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta mental bertanding. Diharapkan melalui kegiatan ini, UKM Perisai Diri IWU dapat terus mengukir prestasi dan membawa nama baik universitas di berbagai ajang kejuaraan selanjutnya.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

Dokumentasi: Starnation 3.0 (Foto: Timredaksi IWU)

Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

UKM Seni Tari STAR Universitas Wanita Internasional (IWU) kembali menghadirkan pertunjukan tahunan bertajuk Starnation 3.0 pada Kamis, 12 Februari 2026, yang bertempat di Padepokan Seni MAYANG SUNDA. Mengusung tema “Setiap gerak tari ada cerita, setiap cerita ada rasa.”, acara ini menjadi penampilan ketiga dalam rangkaian Starnation yang setiap tahunnya hadir dengan konsep dan warna yang berbeda.

Sebagai event tahunan, Starnation selalu berkembang dari segi konsep pertunjukan. Pada Starnation pertama, penampilan lebih berfokus pada sajian tarian tradisional dan modern tanpa alur cerita yang kompleks. Memasuki Starnation kedua, konsep berubah menjadi lebih teatrikal dengan porsi dialog yang lebih dominan dibandingkan tari. Sementara itu, Starnation 3.0 menghadirkan perpaduan yang lebih seimbang, namun dengan penekanan lebih besar pada unsur tari dibandingkan dialog.

Keunikan utama tahun ini terletak pada pengangkatan kisah legenda Sangkuriang dalam bentuk mini drama yang dipadukan dengan koreografi tari. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mini drama kali ini dilengkapi dengan dialog yang mendukung alur cerita, namun tetap memberi ruang luas bagi gerak tari sebagai media utama penyampaian pesan. Melalui ekspresi, koreografi, dan penghayatan para penari, cerita disampaikan secara emosional dan menyentuh.

Starnation 3.0 sukses menyatukan unsur tradisi dan modernitas dalam satu panggung yang harmonis. Gerakan tari tradisional dipadukan dengan sentuhan kontemporer, menciptakan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara makna. Meski dialog yang ditampilkan tidak terlalu banyak, pesan moral dan emosi dari kisah yang dibawakan tetap tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Melalui Starnation 3.0, UKM Seni Tari STAR kembali membuktikan semangat kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang berkembang dari tahun ke tahun. Acara ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan cerita dan rasa melalui setiap gerakan tari yang ditampilkan.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, UKM Unit Kerohanian Islam (UKI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Islami (LDKI) Vol.II Digi-Adab Leader 4.0 dengan tema kegiatan “Melahirkan Pemimpin Islam yang Adaptif, Beradab, Berilmu, dan Berdampak Positif di Era DigitaL. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kampus 5 International Women University (IWU) dengan dihadiri oleh 53 anggota.

LDKI ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber daya Manusia (PSDM) UKI yang bertujuan memberikan pembekalan kepemimpinan serta mempersiapkan proses kaderisasi guna melahirkan pengurus yang siap melanjutkan di periode berikutnya. 

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

Sejak pukul 07.10 WIB, kegiatan ini di mulai dari pengoordinasian dan pengecekan kelengkapan peserta. Peserta diharuskan mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan name tag yang telah dibuat, dan berbaris dengan kelompok yang sudah ditentukan. Acara resmi akhirnya dibuka pada pukul 08.12 WIB oleh MC yaitu Rahmawati Lamabalawa dan dan Mugi Rizkia Rizal. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu Dira Alma Laysani, Wakil Ketua UKI yaitu Haeril Zaky Permana, dan sambutan sekaligus pembukaan simbolis oleh Ketua Umum yaitu Rizal Maulana. 

Sebelum masuk ke acara inti, peserta diperkenalkan terlebih dahulu dengan kepengurusan Kabinet Prana Satya Ananda sebagai pengurus yang sedang menjabat pada periode ini tahun 2025-2026.

Acara selanjutnya memasuki acara inti dengan di awali oleh sesi sambutan dan pematerian pertama tentang Satgas PPKPT dari kemahasiswaan IWU yaitu Ibu Sintia Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol., dalam sambutan dan pemateriannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga adab dalam berorganisasi. Beliau juga menegaskan bahwa UKI membutuhkan pemimpin-pemimpin yang unggul mampu menjaga etika pergaulan, menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang melanggar batas dalam kehidupan sehari-hari terutama organisasi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Sarah Ayu, S.S atau sering dipanggil teh Sarahe yang merupakan pematerian kedua membahas tentang adab dan ilmu seorang muslim dalam berorganisasi. Beliau menjelaskan bahwa adab dan akhlak memiliki makna yang berbeda, di mana akhlak lahir dari keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT. Peserta diajak untuk menanamkan sikap beradab sejak dini, karena apa yang ditanam hari ini akan dituai di masa depan. 

Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina UKM UKI sekaligus mengisi pematerian ketiga yaitu kepemimpinan dalam perspektif Islam disampaikan oleh Bapak Toteng Suhara, S.Ag., M.Sos., yang menekankan pentingnya nilai dan budaya kerja dalam menjalankan roda organisasi. Setelah pematerian ini selesai, peserta diajak untuk ice breaking agar tidak bosan denga mengantuk dalam menghadiri acara ini.

Sesi berikutnya pematerian ke empat sebagai akhir dari pembinaan materi ini yaitu penyampaian materi public speaking dan komunikasi efektif di era digital oleh Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Si., beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan secara terarah dan bijak di era digital yang semakin mudah dan cepat ini.

Setelah proses pematerian selesai, Peserta melakukan isoma, lalu dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran interaktif melalui sistem pos-to-pos. Pos 1 “Warung Organisasi” mengajak peserta untuk siap bergabung dalam kepengurusan 2026–2027, Pos 2 “Review Materi” mengulas kembali keempat pematerian yang disampaikan oleh keekmpat narasumber, Pos 3 “Problem Solving” melatih kemampuan analisis melalui studi kasus yang dituangkan dalam karya kreatif, serta Pos 4“Challenge Labirin” yang menguji kekompakan tim dengan cara yang strategis. Kegiatan Pos to pos ini dilakukan selama 10 menit di setiap kelompoknya dan di setiap posnya

Suasana semakin meriah saat pembagian penghargaan, di antaranya Juara kaligrafi dimenangkan oleh Juara 1 Salwa Fadillah, Juara 2 Jeslin, Juara 3 Risda Noviyanti. Pemenang conten creator terbaik oleh kelompok 1. pemenang kelompok terbaik di LDKI diraih oleh kelompok 7. Pemenang yel-yel terkompak di LDKI oleh kelompok 1. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari Program kerja Divisi PSDM UKI yaitu Kalighrafi, Conten Creator, dan LDKI agar terus bersemangat dan berpartisipasi aktif.

Acara segera selesai, selanjutnya dilakukan pelantikan simbolis anggota baru yang diwakili oleh Syauqi Rizki Fani dan Riska Noviyanti sebagai penanda kesiapan mereka menjadi bagian penggerak dakwah UKI. Kegiatan ini ditutup pada pukul 15.10 WIB dengan sesi berdoa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan halal bihalal antaranggota dan pengurus. Melalui LDKI ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi pribadi yang beradab, berakhlak, serta memiliki jiwa kepemimpinan islami yang kuat demi kemajuan UKM UKI di masa mendatang.


Penulis : Dira Alma Laysani

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU