Selasa, 24 Februari 2026

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kunjungan Titik Terdampak Longsor di Cisarua, Salurkan Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban

Jumat, 6 Februari 2026, Universitas Wanita Internasional (IWU) melakukan kunjungan langsung ke titik terdampak longsor di Cisarua sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Cisarua. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, jajaran dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa).

Delegasi kampus dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., bersama jajaran dosen yaitu diantaranya Banyu Saputra, S.Si., M.Si., Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar, S.E., M.Si., Yoki Oktorian Sukardi, S.Kom., M.A.B., dan Yadi Mulyadi Rohman, S.Si., M.Si. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa dari berbagai Ormawa, di antaranya Tim Redaksi, BEM, HIMA AKP, HIMALOGI, HIMAFI, HIMAKI, MENWA, dan KSR.

Awalnya, informasi keberangkatan ke Cisarua disampaikan oleh salah satu dosen dan direncanakan hanya melibatkan mahasiswa Informatika. Namun setelah melalui rapat koordinasi, kegiatan ini diperluas sehingga melibatkan beberapa Ormawa sebagai bentuk solidaritas bersama.

Setibanya di lokasi, rombongan diarahkan menuju area terdampak yang berada di bagian atas titik longsor. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan masker karena kondisi lingkungan yang masih berdebu dan berisiko. Beberapa mahasiswa secara bergiliran diperbolehkan mendekati area bencana untuk melihat kondisi lebih dekat.

Pemandangan di lokasi sangat memprihatinkan. Sejumlah rumah dilaporkan telah rata dengan tanah akibat longsor. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, bencana tersebut telah terjadi sekitar dua minggu sebelumnya dan hingga saat kunjungan dilakukan, hampir 20 korban warga masih belum ditemukan. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari luar daerah seperti peserta KKN, wisatawan, maupun warga yang sedang berkemah di sekitar lokasi.

Petugas juga menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan besar karena material longsor telah menyatu dan mengeras. Jika pun korban ditemukan, kondisi jenazah diperkirakan tidak lagi utuh. Situasi ini menjadi dilema tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian lanjutan.

Dari kronologi yang diperoleh, bencana terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, saat sebagian besar warga sedang tertidur. Informasi awal disampaikan oleh seorang Ketua RT yang segera keluar rumah dan memberi peringatan kepada warga lainnya. Berkat respons cepat tersebut, beberapa warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban tetap berjatuhan, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sebagian korban telah dijemput oleh keluarga, sementara ada pula yang kemungkinan akan mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk penempatan di panti asuhan bagi anak-anak yang terdampak.

Dokumentasi: Saluran Bantuan dan Tinjau Kondisi Korban Longsor di Cisarua (Foto: Tim Redaksi IWU)

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, delegasi IWU turut menyalurkan bantuan berupa nasi kotak dan air minum bagi warga serta petugas di lokasi. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan melalui tautan donasi yang telah disebarkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan para korban.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas sivitas akademika IWU terhadap masyarakat terdampak bencana. Kehadiran pimpinan, dosen, dan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menghadapi masa sulit.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU

Dokumentasi: Kelas Fotografi Vol. IV - IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

Kelas Fotografi Vol. IV – IWU 

International Women University (IWU) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa melalui Kelas Fotografi Vol. IV yang mengusung tema Human Interest. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.30–12.00 WIB di Ruang 101 Kampus 5 IWU, dan diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari anggota Tim Redaksi IWU serta mahasiswa IWU.

Workshop ini menghadirkan narasumber profesional, Bapak Anto Purwanto, S.Ds., M.Ds., yang memberikan materi sekaligus membimbing praktik fotografi secara langsung.

Kegiatan diawali dengan briefing panitia pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan pendataan dan absensi peserta. Acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Penanggung Jawab, Pembina UKM Tim Redaksi, serta Direktur Kemahasiswaan Inovasi dan Kompetisi IWU.

Memasuki sesi inti pada pukul 09.00 WIB, narasumber menyampaikan materi selama 50 menit yang membahas teknik dasar hingga lanjutan dalam fotografi. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri.

Dalam sesi pematerian, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai:

Fungsi tombol dan pengaturan kamera (ISO, aperture, shutter speed, fokus).

Teknik pengambilan gambar seperti angle, framing, dan komposisi.

Pemanfaatan cahaya alami maupun buatan untuk menciptakan foto yang estetik.

Konsep fotografi Human Interest yang menekankan emosi, cerita, dan nilai kemanusiaan dalam sebuah visual.

Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari melalui sesi praktik individu dan kelompok.

Kegiatan Kelas Fotografi Vol. IV ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal pelaksanaan. Peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung teknik dasar fotografi, mulai dari pengaturan kamera hingga komposisi pengambilan gambar. Seluruh peserta berhasil mengunggah karya foto terbaik sesuai dengan ketentuan tema Human Interest, dan hasilnya dinilai komunikatif serta selaras dengan prinsip fotografi jurnalistik yang menekankan nilai cerita dan sisi kemanusiaan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka memberikan respons positif dan menilai workshop ini seru, aplikatif, serta menambah wawasan baru dalam bidang fotografi. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan harapan agar IWU dapat menyelenggarakan kelas lanjutan, baik di bidang fotografi tingkat lanjut, desain grafis, maupun videografi, sebagai bentuk pengembangan keterampilan kreatif mahasiswa.

Agar suasana semakin dinamis, panitia menyelipkan sesi games sebelum memasuki praktik penggunaan kamera dan praktik fotografi bertema Human Interest. Dalam sesi praktik ini, peserta secara langsung memotret objek dengan memperhatikan komposisi, angle, pencahayaan, serta nilai cerita dalam foto.

Menjelang akhir acara, diumumkan karya fotografi terbaik dan pembagian doorprize. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber, sesi kesan dan pesan, serta dokumentasi bersama.

Kelas Fotografi Vol. IV menjadi salah satu langkah nyata IWU dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang produksi konten visual yang profesional dan komunikatif. Melalui tema Human Interest, peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga diasah kepekaannya dalam menangkap cerita dan emosi melalui lensa kamera.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diadakan guna mendukung kreativitas serta profesionalisme Tim Redaksi IWU dan mahasiswa dalam menghasilkan karya visual yang berkualitas.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Dokumentasi: Kejuaraan UKM Perisai Diri IWU (Foto: Tim Redaksi IWU)

UKM Perisai Diri IWU Ikuti Kejuaraan di GOR Kampus UPI

Pada tanggal 24–25 Januari 2026, UKM Perisai Diri Universitas Wanita Internasional (IWU) turut berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bandung Lautan Api Championship 7 tingkat nasional yang diselenggarakan di Gymnasium Kampus UPI. Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UKM Perisai Diri dalam mengembangkan potensi, mental tanding, serta prestasi anggotanya di bidang pencak silat.

Pada hari pertama pelaksanaan pertandingan, delegasi UKM Perisai Diri mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti kategori Solo Kreatif, yaitu Nurul Aini Fadilah pada kategori Solo Kreatif Putri dan Wandi Ginanjar Hidayat pada kategori Solo Kreatif Putra. Keduanya tampil mewakili IWU dengan penuh semangat dan percaya diri.

Pertandingan dalam kejuaraan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi remaja dan sesi dewasa. Pembagian sesi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kategori usia peserta sehingga pertandingan dapat berlangsung secara sportif dan kompetitif.

Dalam ajang tersebut, UKM Perisai Diri berhasil meraih beberapa prestasi membanggakan. Salah satu pencapaian diraih oleh perwakilan yang bertanding di hari pertama, di mana Nurul Aini Fadilah berhasil meraih Juara 3 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putri. Sementara itu, Wandi Ginanjar Hidayat berhasil meraih Juara 1 pada kategori Solo Kreatif Dewasa Putra, dan perwakilan yang menang lainnya menunjukkan performa terbaiknya di hadapan para juri dan peserta lainnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa latihan dan persiapan yang dilakukan oleh UKM Perisai Diri membuahkan hasil yang membanggakan. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Partisipasi dalam kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga bagi para atlet dalam meningkatkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta mental bertanding. Diharapkan melalui kegiatan ini, UKM Perisai Diri IWU dapat terus mengukir prestasi dan membawa nama baik universitas di berbagai ajang kejuaraan selanjutnya.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

Dokumentasi: Starnation 3.0 (Foto: Timredaksi IWU)

Starnation 3.0: Harmoni Gerak, Cerita, dan Rasa dalam Balutan Tradisi dan Modernitas

UKM Seni Tari STAR Universitas Wanita Internasional (IWU) kembali menghadirkan pertunjukan tahunan bertajuk Starnation 3.0 pada Kamis, 12 Februari 2026, yang bertempat di Padepokan Seni MAYANG SUNDA. Mengusung tema “Setiap gerak tari ada cerita, setiap cerita ada rasa.”, acara ini menjadi penampilan ketiga dalam rangkaian Starnation yang setiap tahunnya hadir dengan konsep dan warna yang berbeda.

Sebagai event tahunan, Starnation selalu berkembang dari segi konsep pertunjukan. Pada Starnation pertama, penampilan lebih berfokus pada sajian tarian tradisional dan modern tanpa alur cerita yang kompleks. Memasuki Starnation kedua, konsep berubah menjadi lebih teatrikal dengan porsi dialog yang lebih dominan dibandingkan tari. Sementara itu, Starnation 3.0 menghadirkan perpaduan yang lebih seimbang, namun dengan penekanan lebih besar pada unsur tari dibandingkan dialog.

Keunikan utama tahun ini terletak pada pengangkatan kisah legenda Sangkuriang dalam bentuk mini drama yang dipadukan dengan koreografi tari. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mini drama kali ini dilengkapi dengan dialog yang mendukung alur cerita, namun tetap memberi ruang luas bagi gerak tari sebagai media utama penyampaian pesan. Melalui ekspresi, koreografi, dan penghayatan para penari, cerita disampaikan secara emosional dan menyentuh.

Starnation 3.0 sukses menyatukan unsur tradisi dan modernitas dalam satu panggung yang harmonis. Gerakan tari tradisional dipadukan dengan sentuhan kontemporer, menciptakan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara makna. Meski dialog yang ditampilkan tidak terlalu banyak, pesan moral dan emosi dari kisah yang dibawakan tetap tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Melalui Starnation 3.0, UKM Seni Tari STAR kembali membuktikan semangat kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang berkembang dari tahun ke tahun. Acara ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan cerita dan rasa melalui setiap gerakan tari yang ditampilkan.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

LDKI UKM UKI 2025: Mencetak Pemimpin Unggul berlandaskan Nilai Islam dan Siap Berdakwah di Era Digital

Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, UKM Unit Kerohanian Islam (UKI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Islami (LDKI) Vol.II Digi-Adab Leader 4.0 dengan tema kegiatan “Melahirkan Pemimpin Islam yang Adaptif, Beradab, Berilmu, dan Berdampak Positif di Era DigitaL. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kampus 5 International Women University (IWU) dengan dihadiri oleh 53 anggota.

LDKI ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber daya Manusia (PSDM) UKI yang bertujuan memberikan pembekalan kepemimpinan serta mempersiapkan proses kaderisasi guna melahirkan pengurus yang siap melanjutkan di periode berikutnya. 

Dokumentasi: LDKI UKM UKI 2025 (Foto Timredaksi)

Sejak pukul 07.10 WIB, kegiatan ini di mulai dari pengoordinasian dan pengecekan kelengkapan peserta. Peserta diharuskan mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan name tag yang telah dibuat, dan berbaris dengan kelompok yang sudah ditentukan. Acara resmi akhirnya dibuka pada pukul 08.12 WIB oleh MC yaitu Rahmawati Lamabalawa dan dan Mugi Rizkia Rizal. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu Dira Alma Laysani, Wakil Ketua UKI yaitu Haeril Zaky Permana, dan sambutan sekaligus pembukaan simbolis oleh Ketua Umum yaitu Rizal Maulana. 

Sebelum masuk ke acara inti, peserta diperkenalkan terlebih dahulu dengan kepengurusan Kabinet Prana Satya Ananda sebagai pengurus yang sedang menjabat pada periode ini tahun 2025-2026.

Acara selanjutnya memasuki acara inti dengan di awali oleh sesi sambutan dan pematerian pertama tentang Satgas PPKPT dari kemahasiswaan IWU yaitu Ibu Sintia Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol., dalam sambutan dan pemateriannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga adab dalam berorganisasi. Beliau juga menegaskan bahwa UKI membutuhkan pemimpin-pemimpin yang unggul mampu menjaga etika pergaulan, menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang melanggar batas dalam kehidupan sehari-hari terutama organisasi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Sarah Ayu, S.S atau sering dipanggil teh Sarahe yang merupakan pematerian kedua membahas tentang adab dan ilmu seorang muslim dalam berorganisasi. Beliau menjelaskan bahwa adab dan akhlak memiliki makna yang berbeda, di mana akhlak lahir dari keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT. Peserta diajak untuk menanamkan sikap beradab sejak dini, karena apa yang ditanam hari ini akan dituai di masa depan. 

Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina UKM UKI sekaligus mengisi pematerian ketiga yaitu kepemimpinan dalam perspektif Islam disampaikan oleh Bapak Toteng Suhara, S.Ag., M.Sos., yang menekankan pentingnya nilai dan budaya kerja dalam menjalankan roda organisasi. Setelah pematerian ini selesai, peserta diajak untuk ice breaking agar tidak bosan denga mengantuk dalam menghadiri acara ini.

Sesi berikutnya pematerian ke empat sebagai akhir dari pembinaan materi ini yaitu penyampaian materi public speaking dan komunikasi efektif di era digital oleh Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Si., beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan secara terarah dan bijak di era digital yang semakin mudah dan cepat ini.

Setelah proses pematerian selesai, Peserta melakukan isoma, lalu dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran interaktif melalui sistem pos-to-pos. Pos 1 “Warung Organisasi” mengajak peserta untuk siap bergabung dalam kepengurusan 2026–2027, Pos 2 “Review Materi” mengulas kembali keempat pematerian yang disampaikan oleh keekmpat narasumber, Pos 3 “Problem Solving” melatih kemampuan analisis melalui studi kasus yang dituangkan dalam karya kreatif, serta Pos 4“Challenge Labirin” yang menguji kekompakan tim dengan cara yang strategis. Kegiatan Pos to pos ini dilakukan selama 10 menit di setiap kelompoknya dan di setiap posnya

Suasana semakin meriah saat pembagian penghargaan, di antaranya Juara kaligrafi dimenangkan oleh Juara 1 Salwa Fadillah, Juara 2 Jeslin, Juara 3 Risda Noviyanti. Pemenang conten creator terbaik oleh kelompok 1. pemenang kelompok terbaik di LDKI diraih oleh kelompok 7. Pemenang yel-yel terkompak di LDKI oleh kelompok 1. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari Program kerja Divisi PSDM UKI yaitu Kalighrafi, Conten Creator, dan LDKI agar terus bersemangat dan berpartisipasi aktif.

Acara segera selesai, selanjutnya dilakukan pelantikan simbolis anggota baru yang diwakili oleh Syauqi Rizki Fani dan Riska Noviyanti sebagai penanda kesiapan mereka menjadi bagian penggerak dakwah UKI. Kegiatan ini ditutup pada pukul 15.10 WIB dengan sesi berdoa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan halal bihalal antaranggota dan pengurus. Melalui LDKI ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi pribadi yang beradab, berakhlak, serta memiliki jiwa kepemimpinan islami yang kuat demi kemajuan UKM UKI di masa mendatang.


Penulis : Dira Alma Laysani

Editor : UKM Tim Redaksi IWU

Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU


Sabtu, 20 Desember 2025

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS : BLOOD SPEAKS HUMANITY

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS : BLOOD SPEAKS HUMANITY
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Selasa, 16 Desember 2025 — Universitas Wanita Internasional (IWU), Bandung
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan nilai-nilai kemanusiaan, Universitas Wanita Internasional (IWU) menyelenggarakan kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Vol.2 dengan tema “Blood Speaks Humanity” dan melibatkan KKM KSR PMI Unit IWU. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, dan diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika IWU serta masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang partisipasi bersama untuk membantu sesama sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana. Pada sesi pembukaan ini turut disampaikan sambutan oleh Ibu Nunik Ekawandani, S.Pd., M.T. selaku Pembina KSR, Bapak Assoc. Prof. Dr. Dadang Munandar selaku Wakil Rektor II dan juga dilanjut dengan sambutan dari Bapak Dr.Benardi Wigena Kusuma selaku perwakilan dari PMI Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Ketua PMI menyampaikan bahwa kegiatan donor darah seperti ini sangat bermanfaat karena mampu membantu orang-orang yang membutuhkan darah, khususnya para pasien di rumah sakit, sekaligus berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok darah agar selalu siap digunakan dalam situasi darurat maupun tindakan medis rutin. Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci keberhasilan kegiatan kemanusiaan seperti ini.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Setelah rangkaian sambutan selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kebersamaan antara panitia, tamu undangan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Sesi foto ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selanjutnya, acara kembali dilanjutkan dengan proses registrasi tahap kedua bagi peserta donor darah dan cek kesehatan gratis, sebagai lanjutan dari registrasi awal yang telah dilakukan sebelum sambutan.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Registrasi ini bertujuan untuk memastikan data peserta tercatat dengan baik sebelum memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan dan pelaksanaan donor darah.
Antusiasme para pendonor terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum yang dengan sukarela ikut berpartisipasi. Sebelum melakukan donor darah, setiap peserta terlebih dahulu menjalani tahap pengecekan awal sebagai bagian dari prosedur standar. Salah satu syarat utama yang diperiksa adalah berat badan minimal 47 kg, yang harus dipenuhi agar pendonor dinyatakan layak dan aman untuk mendonorkan darahnya. Proses pengecekan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teliti guna memastikan kondisi pendonor tetap sehat dan kegiatan donor darah dapat berjalan dengan aman serta lancar. Setelah pemeriksaan selesai, panitia memberikan konsumsi pada peserta sebagai apresiasi kepada peserta.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Salah satu pendonor bernama Melania dari Program Studi Hubungan Internasional membagikan pengalamannya setelah mengikuti donor darah. Ia mengungkapkan bahwa meskipun merasakan lelah dan sedikit lemas usai mendonorkan darah, kegiatan tersebut tetap terasa seru, terlebih karena merupakan pengalaman pertamanya. Sebelum mengikuti donor darah, Melania melakukan sejumlah persiapan seperti memastikan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta sarapan pagi agar kondisi tubuh tetap prima. Terkait ketertarikannya untuk kembali mengikuti donor darah di kemudian hari, ia menyampaikan bahwa pengalaman pertama ini memberikan kesan yang menyenangkan, meskipun cukup menguras tenaga. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali berpartisipasi apabila di lain waktu ia merasa siap.
Dokumentasi Kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis : Blood Speaks Humanity (Foto: Tim Redaksi)

Selain kegiatan donor darah, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang mendapat sambutan positif dari para peserta. Pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan meliputi cek kolesterol, gula darah, asam urat untuk kesehatan tulang dan sendi, pemeriksaan imunitas, serta pengecekan jantung dan sistem peredaran darah. Melalui layanan ini, peserta dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan kemudian akan direkap dan dikirimkan kepada peserta melalui nomor WhatsApp masing-masing, sehingga memudahkan peserta untuk mengetahui hasilnya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serta langkah awal dalam menjaga kesehatan ke depannya.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran civitas akademika dan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan organisasi kemanusiaan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kamis, 09 Oktober 2025

PPKMB 2025 : GENERASI MANDIRI, BERDAYA, INKLUSIF, ADAKTIF DAN BERDAMPAK MENCIPTAKAN INDONESIA EMAS 2045

PPKMB 2025 : GENERASI MANDIRI, BERDAYA, INKLUSIF, DAKTIF DAN BERDAMPAK MENCIPTAKAN INDONESIA EMAS 2045
Selasa, 7 Oktober 2025, Hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Internasional Women University dengan tema "Generasi Mandiri, Berdaya, Inklusif, Adaptif dan Berdampak Menciptakan Indonesia Emas 2045" . Acara ini menjadi momen penuh semangat sekaligus harapan bagi seluruh mahasiswa baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar kampus. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan lingkungan akademik, tetapi juga titik awal pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan yang cerdas, kreatif, dan berintegritas.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan sidang terbuka senat oleh ketua senat yaitu Prof. Dr. Hj. Umi Narimawat, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. yang dihadiri oleh rektor, jajaran pimpinan fakultas, dosen, hingga panitia pelaksana. Selanjutnya pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Rizal Maulana dari jurusan DKV dan saritilawah yang dibacakan oleh Milda dari jurusan Hubungan Internasional.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua rektor yaitu Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP dan ketua senat. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan berorganisasi.
Setelah pembukaan, mahasiswa diarahkan untuk mengikuti materi pengenalan kampus, yang meliputi sejarah universitas, visi dan misi, struktur organisasi, serta tata tertib akademik. Sesi ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami identitas Internasional Women University sekaligus mengetahui aturan-aturan penting yang harus dipatuhi selama menjalani perkuliahan.
Untuk menyemarakkan acara, ditampilkan persembahan tari tradisional Rampag Kendang yang menghadirkan kearifan budaya lokal. Suasana kembali penuh semangat ketika seluruh peserta menyanyikan Mars IWU sebagai simbol kebanggaan terhadap almamater yang disematkan oleh Pasukan Protokoler Simbolis kepada 3 perwakilan mahasiswa lalu disambung dengan pembacaan janji mahasiswa. Lalu dilanjut pemaparan materi mengenai Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang disampaikan oleh Dr. Subagyo Sri Utomo, S.H., M.H. CLI. Dalam pemaparan nya ia menyampaikan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton namun juga untuk menjadi penggerak di negara ini. Ada pemateri lain nya yaitu Dr. H. Sonny Salimi, S.ST., M.T. yang menyampaikan materi dengan tema Sampah dan Sinyal : Media Digital Sebagai Penggerak Ekologi Baru.
Setelah penyampaian orasi ilmiah, acara berlanjut dengan penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Beasiswa yang diberikan terdiri dari Beasiswa KIPK dan Beasiswa Yayasan sebagai bentuk apresiasi serta dukungan bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi. Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi. Penghargaan diserahkan kepada mahasiswa berprestasi, dosen berprestasi di tingkat universitas maupun fakultas, pejabat struktural berprestasi, karyawan terbaik, serta tenaga kebersihan (CS) berprestasi. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memberikan penghargaan atas kerja keras dan pencapaian seluruh elemen civitas akademika.
Menjadi salah satu agenda utama juga, Pengenalan Civitas Akademika IWU yang disampaikan oleh ketua senat. Pengenalan civitas akademika yaitu penjelasan mengenai komunitas akademik yang meliputi seluruh warga dalam suatu perguruan tinggi, seperti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, peneliti, dan pihak lain yang aktif berkontribusi dalam kegiatan pendidikan dan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Suasana menjadi lebih hangat dengan persembahan lagu dari pimpinan, disusul penampilan lagu khas daerah bertajuk Karedok Leunca yang semakin menambah semarak kegiatan. Menjelang akhir acara, suasana kembali khidmat dengan pembacaan doa penutup, lalu pimpinan mahasiswa melaporkan bahwa sidang senat telah selesai. Ketua Senat pun secara resmi menutup sidang terbuka PKKMB Internasional Women University 2025. Sebagai penutup rangkaian acara formal, diadakan sesi foto bersama antara anggota senat dengan mahasiswa baru, sebagai bentuk kenangan sekaligus simbol kebersamaan. Setelah itu, anggota senat meninggalkan ruang sidang, dan kegiatan ditutup dengan breaktime sebelum memasuki rangkaian acara selanjutnya

Memasuki sesi kedua PKKMB 2024, acara kembali dibuka oleh MC pada pukul 11.11 WIB. Sesi ini diawali dengan pemaparan mengenai visi, misi, dan budaya International Women University (IWU) yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa baru mengenai arah dan identitas kampus. Setelah itu, dilanjutkan dengan Achievement Sharing Session bertajuk Pendidikan Berdampak yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawat, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. dan Dr. Sri Riani, S.Pd., M.Si dimana mahasiswa berprestasi berbagi pengalaman serta inspirasi untuk memotivasi mahasiswa baru dalam meraih kesuksesan akademik maupun non-akademik.
Pada pukul 11.33 WIB, mahasiswa mendapatkan sosialisasi dari Bank BNI mengenai layanan perbankan yang dapat mendukung kebutuhan finansial mahasiswa selama menempuh pendidikan. Selanjutnya, suasana menjadi lebih serius dengan diskusi panel tentang bahaya narkoba, kekerasan seksual, serta bullying yang akan disampaikan oleh Andreas Darmayadi, P.hD dan Elizabeth Dewi, Ph.D. Materi ini dihadirkan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri serta menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan inklusif. Pada materi kali ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk dapat memberikan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh pemateri.
Sesi berikutnya menghadirkan International Affairs Office yang Assoc. Prof. Dr. Inta Budi Setya Nusa, S.E., M.A.K., Cicie Priliant, S.E., M.Ak. dan Yadi M Rohman, S.Si., M.Si. memaparkan berbagai kesempatan akademik di ranah internasional, termasuk program beasiswa fast track bagi mahasiswa berprestasi. Salah satu mahasiswa lulusan dengan program fast track bernama suci memberikan kata-kata motivasi yang sangat berkesan bahwa menjadi mahasiswa harus memiliki dan mengeluarkan keberanian karna saat mengeluarkan keberanian sedikit saja maka dunia akan membuka jalan diluar ekspektasi.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kode etik mahasiswa dan dosen, serta administrasi akademik oleh direktur kemahasiswaan, inovasi dan komeptisi yaitu Sinta Catur Sutantri, S.Sos., M.I.Pol, agar mahasiswa baru lebih memahami hak dan kewajiban mereka selama menempuh studi. Setelah rangkaian materi, mahasiswa diberi waktu istirahat cukup panjang dari pukul 12.28 hingga 13.30 WIB. Kemudian, acara sesi dua ditutup dengan sesi foto bersama, pengumuman-pengumuman penting dari panitia, serta diakhiri dengan pengkondisian pulang dan operasi semut sebagai bentuk kebersamaan dan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan hari pertama, PKKMB 2025 sukses memberikan pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa baru. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan budaya kampus, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan, etika, serta nilai-nilai penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan berdaya saing.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Jumat, 19 September 2025

PELATIHAN DASAR TIMRED IWU: MEMBANGUN PONDASI KUAT UNTUK TIM REDAKSI MUDA

Sabtu, 3 Mei 2025

PELATIHAN DASAR TIMRED IWU : Membangun Pindasi Kuat untuk Tim Redaksi Muda

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Halo, Sobat Redaksi!
Tahu gak, sih, kalau Tim Redaksi baru aja adain kegiatan seru dan penuh ilmu? Yuk, kita bahas!

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, UKM Tim Redaksi sukses menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Tim Redaksi IWU yang bertempat di Ruang 203 Kampus 5 International Women University. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat pondasi pengetahuan dan keterampilan para anggota Timred, khususnya bagi mereka yang baru bergabung dalam kepengurusan maupun keanggotaan.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Acara dimulai sejak pagi pukul 07.30 WIB dengan mempersiapkan ruangan, mem-briefing pengurus, dan melakukan registrasi bagi peserta. Para pengurus tampak antusias menyiapkan acara ini agar bisa berjalan dengan lancar. Kegiatan pun resmi dibuka oleh dua orang MC, yaitu Anisa dan Satria yang siap membawakan suasana kegiatan dengan penuh semangat.

Dalam sesi pembukaan, sambutan disampaikan langsung oleh Ketua Tim Redaksi, Eris Risnandar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen Tim Redaksi dalam membentuk anggota yang kreatif, terampil, dan siap berkontribusi secara aktif di bidang kepenulisan dan sebagai wadah pelatihan kampus.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Setelah acara dibuka dan disambut oleh Ketua Tim Redaksi,  kegiatan berlanjut ke inti acara yang paling dinantikan, yakni pembekalan Materi Dasar Jurnalistik dan Tim Redaksi. Materi ini disampaikan oleh Eris dan didampingi oleh Dewi Ayu Patimah sebagai Wakil Ketua Tim Redaksi IWU periode 2025/2026.

Dalam penyampaiannya, mereka menekankan pentingnya keterampilan sesuai kaidah jurnalistik yang baik dalam menunjang berbagai program kerja Tim Redaksi. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai kepengurusan. seperti BPH (Badan Pengurus Harian), Korlap (Koordinator Lapangan), Editing, RMI (Riset, Media, dan Informasi), hingga Divisi Ekonomi. Masing-masing membagikan pengetahuan dan gambaran kerja sesuai divisinya . Akhirnya, Peserta pun mengetahui ternyata dalam Tim Redaksi bukan hanya menulis, dan meliput saja tapi juga soal koordinasi, kreativitas konten, riset data, hingga mengatur pendanaan kegiatan.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan pun berlanjut ke sesi tanya jawab. Meskipun suasana berlangsung cukup formal, interaksi antara peserta dan pemateri tetap terasa hangat dan komunikatif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait materi yang telah dipaparkan. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Untuk mencairkan suasana setelah rangkaian materi yang padat, panitia menghadirkan sesi games interaktif. Games yang dirancang secara sederhana namun menyenangkan ini berhasil membangkitkan kembali semangat para peserta, sekaligus mempererat kekompakan dan kerja sama antar anggota Tim Redaksi.

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Menjelang siang, seluruh peserta diarahkan untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah salat Dzuhur. Sesi ini berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. 

Dokumentasi Pelatihan Dasar TimRed IWU : Membangun Pondasi Kuat Untuk Tim Redaksi Muda (Foto : UKM Tim Redaksi)

Pelatihan ini dilanjutkan kembali dengan sesi praktek pematerian. Dalam sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan teknik peliputan berdasarkan materi yang telah diperoleh. Aktivitas ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pemahaman serta mengasah keterampilan dalam memotret dan merekam secara langsung, dengan bimbingan langsung dari pengurus.

Menjelang akhir kegiatan, MC memandu kembali acara hingga selesai. Kegiatan ditutup dengan suasana yang hangat, penuh semangat, disertai  harapan  agar  para  peserta dapat terus berkembang menjadi bagian yang aktif, kreatif, dan produktif. Dengan adanya pelatihan ini,  diharapkan para anggota memiliki semangat yang baru untuk terus menulis dan berkarya dalam dirinya, sehingga selaras dengan visi misi organisasi sebagai wadah yang aspiratif, edukatif, dan informatif di lingkungan kampus.


Penulis : Dira Alma Laysani
Editor : Rahmawati Lamabalawa
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

KEGIATAN RUTIN TIMRED: DISKUSI ETIKA DAN MORAL JURNALISTIK

Sabtu, 17 Mei 2025

Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Hai, Sobat Redaksi!
Kalian tahu gak, sih, kalau UKM Tim Redaksi kembali menyelenggarakan kegiatan rutinan yang seru dan penuh ilmu? Yuk kita bahas!

Pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, UKM Tim Redaksi menyelenggarakan kegiatan rutinan yang merupakan bagian dari agenda penguatan internal dan peningkatan pemahaman terkait jurnalistik yang akan menunjang kerja tim ke depannya, baik untuk kepengurusan atau bahkan anggota yang baru bergabung ke dalam Tim Redaksi. Acara ini dilaksanakan di Critical 11, Jl. Pajajaran Dalam No. 148, Husen Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Acara ini dimulai sejak pagi pukul 09.00 dengan mem-briefing pengurus dan melakukan registrasi bagi peserta. Para peserta terus berdatangan dan pengurus yang begitu antusias untuk menyiapkan acara agar berjalan dengan lancar. Acara pun dimulai resmi oleh MC, yaitu Satria, yang siap memandu acara dengan suasana penuh semangat. 

Setelah acara dibuka, selanjutnya sesi sambutan dari ketua Tim Redaksi, yaitu Eris Kusnandar. Ia menyampaikan acara kegiatan rutinan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyambung silaturhami dan memperkuat hubungan kerjasama baik antara anggota dan pengurus untuk kedepannya. 

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Kegiatan pun berlanjut pada kegiatan inti, yaitu pembekalan materi mengenai “Etika dan Moral Jurnalistik” yang disampaikan juga oleh Eris Kusnandar selaku ketua Tim Redaksi periode 2025/2026. Pembahasan ini berisikan bagaimana etika dan moral dalam jurnalistik. Karena dalam Jurnalistik bukan sekadar meliput namun ada aturan-aturan yang perlu anggota ketahui sebagai pembekalan kedepannya.

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Tak hanya pemaparan materi tentang etika dan moral dalam jurnalistik, pemateri juga menjelaskan bagaimana cara menggunakan kamera yang baik dan benar. Apa saja yang seharusnya dilakukan dan dihindari semasa peliputan. Suasana dalam penyampaian materi cukup formal, namun interaksi dengan anggota juga terbilang hangat dan komunikatif. Para anggota dengan berani mempertanyakan apa yang belum mereka pahami.

Setelah penyampaian materi selesai, seluruh peserta diarahkan untuk beristirahat sejenak dan bisa memesan makanan hingga minuman yang tersedia di Critical 11. Sesi ini berlangsung dari pukul 10.30 hingga 11.30 WIB.

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Kegiatan ini kembali dilanjutkan dengan sesi games yang interaktif sekaligus menambah skill dan wawasan mengenai public speaking, yang dimana seluruh peserta dibagi menjadi dua orang dalam satu regu. Setiap regu harus menjelaskan dan memaparkan salah satu hal di sekitar mereka. Kegiatan ini tak hanya kembali membangun semangat mereka, tapi juga mendapatkan pengalaman sederhana untuk bisa berbicara di depan umum, juga di depan kamera.

Dokumentasi Kegiatan Rutinan Timred : Diskusi Etika dan Moral Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi)

Menjelang akhir kegiatan, MC memandu kembali acara hingga selesai. Kegiatan ditutup dengan semangat dan mengharapkan kegiatan yang telah diselenggarakan hari ini dapat bermanfaat untuk kedepannya, baik untuk pengurus maupun anggota dalam membangun setiap visi dan misi UKM Tim Redaksi.


Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : Rahmawati Lamabalawa
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU

Kamis, 18 September 2025

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS: SEHAT BERSAMA, PEDULI BERSAMA

DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS : SEHAT BERSAMA, PEDULI BERSAMA
Sabtu, 19 Juli 2025 — Universitas Wanita Internasional (IWU), Bandung

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Dalam semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan semangat kemanusiaan, Universitas Wanita Internasional (IWU) menjadi tuan rumah kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, yang diwadahi oleh KKM KSR PMI UNIT IWU yang bekerja sama dengan komunitas Himalogi. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, dan terbuka untuk civitas akademika IWU maupun masyarakat umum.

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Pertama-tama acara dibuka resmi oleh MC dan dilanjut dengan sambutan pertama dari ketua pelaksana yaitu Meisya Zahra Albani. Sambutan dalam pembukaan ini diisi juga oleh Ibu Nunik Ekawandani, S.pd., M.T. selaku pembina KSR, Bapak Dr. Syafaat Mulyanto selaku Ketua PMI Kota Bandung, Ibu Meri Rusia A, S.K.M. selaku UPTD Puskesmas Sukagalih, serta sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis yaitu Dr. Wentri Merdiani, S.E., M.M.

Dalam sambutannya Ketua PMI berkata, “Saya sangat senang bila ada yang menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Semoga kegiatan ini terus dapat dilaksanakan kedepannya meskipun hanya satu tahun sekali”. Hal ini menunjukkan betapa positif nya kegiatan ini dilaksanakan. Karena kegiatan ini mengingatkan kita akan kesehatan pada diri sendiri dan membangun semangat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa maupun masyarakat.

Seperti yang disampaikan juga oleh UPTD Puskesmas Sukagalih yang menegaskan juga bahwa kita sebagai anak muda harus senantiasa menjaga kesehatan agar suatu saat bisa melahirkan anak yang tak hanya pintar namun juga sehat. Pola makan yang harus dijaga dan tak hanya mementingkan soal kenyang namun seberapa besar manfaat makanan yang kita makan.

Acara ini mendapat sambutan antusias dari puluhan peserta yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan langsung dengan tenaga medis profesional. Selain itu, kegiatan donor darah juga berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang nantinya akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Dokumentasi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (Foto: Tim Redaksi)

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Sejak pagi hari, antrean peserta sudah terlihat tertib di area registrasi. Para peserta kemudian diarahkan ke beberapa pos pemeriksaan yang telah disiapkan, mulai dari pengecekan tinggi dan berat badan, tes darah, hingga sesi konsultasi bersama dokter dan perawat. Panitia juga menyediakan area khusus untuk donor darah yang dilengkapi dengan fasilitas steril dan diawasi langsung oleh tenaga medis dari PMI.

Beberapa dari peserta sangat berantusias terutama dalam hal memeriksa kesehatan. Ada berbagai faktor yang disebutkan salah satu nya karna jam tidur yang tidak teratur yang disebabkan oleh tugas yang menumpuk. Satu hal yang mereka juga favoritkan yaitu ketika konseling dengan konselor terlatih untuk membantu mengatasi masalah emosional, psikologis, atau perilaku, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Panitia juga menyediakan stand makanan sehat dan murah di area dekat pintu utama kampus. Beberapa peserta juga tampak aktif berdiskusi dengan narasumber dari Himalogi mengenai tips kesehatan sehari-hari. Setelah pemeriksaan selesai, panitia memberikan konsumsi pada peserta sebagai apresiasi kepada peserta.

Para peserta yang memeriksa kesehatan dan hasil nya yang akan dikirim melalui nomor whatsapp dalam waktu 24 jam. Para peserta dapat melihat hasil tersebut berupa Index Massa Tubuh (IMT), Tekanan Darah, Gula Darah, Telinga, Mata, Gigi hingga Risiko Hati. 

Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan ke depan akan ada lebih banyak kegiatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, dan masyarakat luas dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan peduli sesama.


Penulis : Desti Dahab M
Editor : Dira Alma Laysani
Pict sc : UKM Timredaksi

Selasa, 16 September 2025

ABERKA VOL.2 EXHIBTION 2025: SETIAP KARYA BERHARGA

ABERKA Vol.2 Exhibtion 2025: Setiap Karya Berharga

Dokumentasi ABERKA Vol.2 (Foto: Tim Redaksi)

Rabu, 03 September 2025 – Universitas Wanita International (IWU), Bandung.

ABERKA adalah acara tahunan mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk memenuhi tugas akhir semester dengan menampilkan karya-karya terbaik mereka. Karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil terbaik dari seleksi yang panjang. Terdapat beberapa seleksi yang berbeda untuk setiap karya seni, ada yang harus melewati 101 karya, 30 karya, 20 karya, dan 10 karya untuk mendapatkan 1 karya terbaik mereka.

Dalam beberapa karya dipelukan waktu yang tidak sebentar, seleksi dan waktu pengerjaan yang tidak sebentar itu pada akhirnya menghasilkan karya-karya yang indah dan menakjubkan. Karya yang dipamerkan ada yang berbentuk lukisan, ilustrasi, 3D, robotik, aplikasi, cover CD dan lain sebagainya.

Dokumentasi ABERKA Vol.2 (Foto: Tim Redaksi)

Acara ini tidak hanya berisikan tentang pameran karya seni yang memukau melainkan terdapat juga beberapa acara lainnya yang tidak kalah menarik dari karya yang dipamerkan. Mulai dari penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Star IWU, SOWU, dan Talk Show Inspiratif dari empat pemateri yang hebat dan tentunya berpengalaman di bidangnya. 

Pemateri pertama yaitu Ibu Isnaini Purnomosidi  yang menjelaskan tentang strategi bekerja, dan bagaimana alur seorang HRD dalam menyeleksi karyawan barunya. Pemateri kedua disampaikan oleh Alvin Hamzah mengenai skill yang diperlukan di dunia kerja, yaitu skill Publik Speaking dan pentingnya komunikasi efektif. Skill ini memang tidak terlalu terlihat namun pasti dibutuhkan di manapun kita berada bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri terakhir  tidak kalah menarik dari pemateri sebelumnya yang disampaikan oleh Pak Dudi Suwardi dan Bu Wiwit Wijastuti. Dalam penyampaiannya membagikan pengalaman dalam membangun agensi kreatif di bidang komik dan buku. Sehingga, diharapkan  untuk mahasiswa DKV dapat  mengekspor karirnya nanti.

Dokumentasi ABERKA Vol.2 (Foto: Tim Redaksi)

Selain pertunjukan karya dan sesi pematerian terdapat juga sharing session mengenai tugas akhir kakak tingkat yang dipimpin oleh Mr. Adrian dan Mr. Johan selama mengerjakan skripsi, sekaligus memberi motivasi dan tips kepada peserta. Hasil skripsi yang mereka pamerkan berupa aplikasi, mulai dari aplikasi permainan tradisional, aplikasi untuk belajar bahasa isyarat hingga aplikasi lain yang mendukung akses belajar.

Di akhir kita diberikan waktu untuk berkeliling melihat karya-karya yang dipamerkan. Selain karya-karya yang dipamerkan, terdapat juga beberapa stand yang memamerkan karya mereka yang kemudian diperjualbelikan. Dalam stand ini sangat beragam, terdapat stand yang menjual cheese cake, ada yang menjual gantungan kunci (ganci) bertema makanan, ada yang menjual canva dengan cerita yang mencerminkan emosi kita baik di senang, sedih, marah dan bingung terakhir ada stand yang menjual pakaian dan pohon pinus jika anda beruntung mendapatkannya.

Acara ini tidak bertumpu pada sesuatu yang bisa disebut satu karya mutlak, karena setiap hal yang kita lakukan dengan usaha dan ketekunan mungkin juga akan menghasilkan karya. Karya dan seni tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang sudah relatif, namun bisa saja sekarang ini kita bisa melihat kedua hal itu dalam beberapa hal yang lain.

Keindahan tidak selalu bisa dilihat atau terekam oleh kamera melainkan sesuatu yang akan terkenang dalam hati. Usaha sepenuh hati akan selalu menghasilkan suatu karya. Oleh karena itu, Aksara Berkarya (ABERKA) sebagai wadah yang menampung dan memamerkan karya-karya baru mahasiswa DKV kini sudah memasuki volume 2 yang memiliki slogan ABERKA: Kreasinya Luar Biasa.

Penulis : Desti Dahab Mar’ati
Editor : UKM Tim Redaksi IWU
Pict sc : UKM Tim Redaksi IWU